You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Jari Tengah Lebih Panjang Berkaitan dengan Evolusi?

Jari Tengah Lebih Panjang Berkaitan dengan Evolusi?

Yessi Pratiwi — May 20, 2008 / 9:35 pm

Pernah nggak, mengamati panjang jari setiap orang berbeda-beda. Ada yang jari manisnya lebih pendek daripada jari telunjuk, dan sebaliknya. Namun, satu hal yang pasti adalah : jari tengah selalu berkembang menjadi jari terpanjang. Mau tau, kenapa?

Panjang jari tengah ini merupakan salah satu aspek yang selalu diteliti oleh kalangan arkeolog dalam hubungannya dengan evolusi tangan, yang dianggap sebagai persamaan antara manusia dengan kera.

Pada sebagian besar kelompok primata, jari tengah merupakan berfungsi sebagia sumbu tangan dan merupakan jari paling panjang. Seluruh otot-otot tangan tersusun mengelilingi sebuah sumbu yang menyambung ke jari tengah, sehingga jari tengahberada pada posisi untuk mengerahkan kekuatan terbesar, dan tulang-tulang jari tengah adalah tulang jari yang paling panjang dan kuat. Semua ini member kesan bahwa bagian dari cetak biru tangan ini berasal dari nenek moyang yang seperti kera. Nenek moyang seperti kera semuanya memiliki genggaman yang kuat, dengan jari-jari yang berkembang baik dan jempol yang kecil, tidak seperti jempol manusia sekarang yang dapat bergerak bebas.

Anatomi tulang jari tengah menunjukkan bahwa jari tengah berperan penting dalam kekuatan menggenggam, sedangkan jempol dan jari telunjuk digunakan untuk ketepatan pegangan, seperti jika kita memegang jarum atau peralatan yang terbuat dari batu. Jari ketiga lebih berperan dalam mencengkeram, menggantungkan, digunakan ketika menggantung pada dahan, sedangkan pada manusia modern, digunakan untuk membawa koper yang berat.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 8 komentar untuk artikel ini.

  1. irada

    subhanallah..

    inilah salah satu penciptaan nikmat Allah Yang Maha Agung yang didesain sebaik mungkin dan dirancang seteliti mungkin bagi manusia.yang saya herankan adalah kepada para ilmuwan-ilmuwan yang berpendapat bahwa sesuatu yang terjadi di dunia dan semesta ini adalah karena siklus alam ,padahal yang mereka temukan dan teliti adalah ciptaan Allah!  ,apakah kita tidak berpikir?
    

    June 22nd, 2008 at 10:30 pm

  2. dhani

    @Irada: Justeru itu sebabnya sains masih terus berkembang sampai sekarang. Kalau semua di alam dianggap muncul secara seketika tanpa proses apapun, ya mendingan Myscienceblogs.com ini kita bubarin saja. Ngapain capek2 membahas kenapa begini atau apa sebab jadi begitu kalau semua jawabnya cuma kun-fayakun :)

    June 30th, 2008 at 11:14 pm

  3. ADY_TH3 fLaSh

    Tunggu dulu!!!!Q gak setuju kalo itu adalah hasil dari apa yang namanya EVOLUSI.Dan jujur aja Q emang gak percaya ama yang namanya EVOLUSI,HASIL DARI PENELITIAN CHARLES DARWIN!!!Bagi temen-temen yang udah pernah baca bukunya HARUN-YAHYA,atau mungkin pernah nonton CDnya,Q mau ingetin sekali lagi!DENGAN ANDA PERCAYA PADA TEORI DARWIN YANG TANPA DASAR FAKTA ILMIAH,BERARTI ANDA ADALAH SALAH SATU DARI SEKIAN BANYAK ORANG YANG TIDAK PERCAYA DENGAN TEORI FAKTA PENCIPTAAN,SEKALIGUS ANDA TIDAK PERCAYA ADANYA TUHAN!!!!

    July 28th, 2008 at 12:44 pm

  4. Yessi Pratiwi

    @ Ady : Judul postingan diatas masih pakai tanda tanya loh.
    So, memang masih jadi pertanyaan dan kontroversi dimana-mana. Saya sudah liat Harun Yahya. Teorinya, dan pemikirannya. Semua insan yang punya logika pantas mengungkapkan pemikirannya.

    Termasuk kita loh. So, why so serious? Zaman kita sekarang nggak bertoleransi tinggi terhadap stereotif nan tidak perlu sekali :)

    @ Dhani : Thanks, Mas Dhani. Setuju sekali!

    August 13th, 2008 at 3:19 pm

  5. uklam

    butul pak dani…

    klo semua2 mentok di agama, ya gak ada ilmu, tingal bilang aja krn kuasa allah, selesai, tuntas….

    bukankan di katakan agama tanpa ilmu pincang, ilmu tanpa agama buta???

    tanpa ilmu, bisakah webside ada? computer ada? mobil ada? adakah ponsel? pda? laptop? satelit, dll

    so kita menarik kesimpulan, kenapa Tuhan memberi kita akal?kepandaian/kecerdasan? Karena Tuhan ingin kita berfikir,…

    Kalau Tuhan tdk ingin kita berfikir, ngapain kita tdk di kasih otak ayam saja?jd kerjaanya makan, berak, kawin, tidur……………..

    September 20th, 2008 at 3:07 am

  6. amanda

    assalamu’alaikum…

    mm hanya mao nambahin dikit

    kalo menurut saya, pendapat mas dhani g salah juga
    soalnya kita, sebagai muslim(bagi yang muslim) harus medasarkan tujuan dari seluruh aspek kehidupan kita dengan dasar yang islami…

    ilmu pengetahuan harus kita cari tahu dengan tujuan agar kita bisa memanfaatkan alam semesta untuk kebaikan kita sendiri dalam menjalankan perintah-Nya, membantah semua teori yang bertentangan dengan keyakinan Islam, bukan untuk meneruskan perjuangan teori dari eyang darwin yang bertentangan dengan sudut pandang Islam.

    begitu…

    October 19th, 2008 at 9:02 pm

  7. gaw

    Teori di buat agar manusia lebih memahami apa yang terjadi di alam ini, teori tidak selamanya benar..karena teori adalah pengamatan manusia….
    Kita boleh percaya pada teori ataupun tidak….
    Teori yang mendekati kebenaran dan dapat di ujicobakan dengan hasil yang selalu sama, adalah teori yang dapat di percaya…
    Jadi jangan anti ati degan teori2, tetapi sempurnakan teori yang ada,bila teori yang ada salah, benarkan…..jangan komplain aja tanpa pemecahan masalah..

    October 24th, 2008 at 12:52 pm

  8. ibnusomowiyono

    Menurut TM suatu fenomena dapat disikapi sebagai fenomenas Jagad Cilik yang dapat dicari hubungan antara sebab dan akibat hingga manusia sanggup memprediksikan sesuatu yang “mungkin” terjadi dari mempelajari informasi yang diperoleh dari masa lampau. Inilah yang dikerjakan oleh para ilmuwan, sehingga makin lama manusia semakin cerdas hingga dapat menikmati hidup yang secara individual sangat pendek namun secara jenis dapat berkesinambungan. Ini semua berkat adanya sistem informatika yang merupakan penghubung antar ruang dan antar waktu tetapi, sebaliknya jika kita ingin kencapai kebahagiaan abadi lebih cocog kita mensikapi setiap fenomena sebagai fenomena Jagad Gede, semua terjadi atas kehendak Nya.
    Tapi kita harus hati-hati, jika kita setiap saat menggunakan pendekatan ini kita justru dapat menjadikan Tuhan YME sebagai kerasnjang sampah, kecuali jika kita iklas menerima nasib betapapun buruknya.
    TM nenginformasikan sebaiknya sebelum sampai pada “kebuntuan” dalam menelusuri hubungan sebab dan akibat terlebih dulu mensikapinya sebagai fenomena Jagad Cilik, dengan demikian kita akan selalu mengagungkan Nya, bukan sebaliknya.
    Contoh sederhana: perceraian yang seharusnya dapat dicari sebabnya dengan mudahnya dikatakan sebagai kehendak Tuhan YME. Bencana alam dianggap sebagai kemurkaan Tuhan YME padahal diakibatkan oleh keserakahan manusia.
    Terdapat perbedaan dan persamaan antara biobody manusia dan kera kera dianggap memang begitulah kehendak Tuhan, padahal menurut TM Tuhan YME bukanlah sekedar menciptakan sebagaimana pelukis atau pemahat yang mengerjakan sendiri setiap ciptaannya dari awal hingga selesai, Dia adalah Perencana dan memberikan kesempatan kepada setiap ciptaan Nya untuk menyadari keberadaannya dan mengurusi diri masing-masing sehingga di universe ini masing-masing mengalami proses evolusi bukan serta merta terjadi secara sempurna.
    Mereka yang beranggapan semua diciptakan sebagai yang saat ini ada dan tak mengalami proses evolusi tak ada bedanya dengan yang beranggapan segala sesuatu terjadi dengan sendirinya (materialisme), bedanya yang satu menggunakan titik awalnya dari Tuhan YME (karena berdasar keyakinan yang tak perlu dibuktikan)yang lain karena tak dapat membuktikan keberadaan Nya lalu menganggapnya Dia tak ada karena tak dapat dibuktikan secara ilmiah.
    Mana yang benar? Kita tak usah memperdebatkan, sebab sebenarnya kemampuan manusia untuk mengerti rahasia Universe sangat terbatas (baca Mathematika Minimalis dan Formula Supernatural Modern). Kita harus mensukuri perbedaan karena itu merupakah realita. Biarlah yang berbeda tetap berbeda, kita gunakan perbedaan untuk saling melengkapi bukan untuk menjadikan pangkal sengketa.

    May 21st, 2009 at 2:07 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Koen — Terima kasih, Echi dan Dhani :). Salah satu misi Pernik Ilmu memang membuka mata masyarakat, dengan bahasa awam, tentang fakta-fakta ...
  • » Mengapa Langit Malam Gelap? ~ Blog Archive ~ Pernik Ilmu (Asia Blogging Network) — [...] pertama di Pernik Ilmu ini berjudul Mengapa Langit Biru :). Tapi kita tahu langit hanya biru di hari yang ...
  • dedy — sebutkan macam2 sel volta!!!kasih gambar dan bagaimana carajanya!!!
  • Taufik Hidayat — Mengapa pd wkt bln purnama kalau kita mancing dilaut, gak ada ikannya yg mau makan umpan yg ada di kail ...
  • sardes — hi.......Q sardes saat ni sedang kul di salah satu PTN yang tentunya FMIPA n jur MM...q mw nanya nih kira2 ...
  • Mukmin — slam kenal mbak Yessi,
  • nurul azizah — salut wat astronot....
  • elang — nyerah dech, apa jawabannya???????
  • In-daH — oo....kERen banget....
  • Erastosthenes — Jadi, 1 drajat itu sbnarnya brp km? 1 drajat itu brp menit?