Khazanah Ilmu Bagi Anak
Kuliah Pemodelan dan Simulasi Sistem siang itu menyita perhatian penuh. Jam 12, tentu saja jam makan siang yang dinanti oleh setiap orang. Kantin akan menjadi sasaran serbuan mahasiswa-mahasiswa kelaparan. Apakah penderitaan berakhir demikian saja?
Tidak. Habis makan siang, biasanya kita harus menghadapi serangan berikutnya, yakni ngantuk pasca makan siang. Bawaannya mau tidur melulu. Susah konsentrasi, malah bayangan kasur empuk yang mengisi ruang otak. Haha!
Mengapa kita begitu mengantuk dan malas pasca makan siang?
Well, riset bilang, ada 3 alasan yang memungkinkan hal ini.
Pertama, makan siang yang mengandung banyak karbohidrat akan menyebabkan rasa kantuk. Karbohidrat berperan dalam mengubah keseimbangan neurotransmitter di dalam otak. Kalau mau tetap terjaga setelah makan siang, makanlah makanan yang banyak mengandung protein, karena makanan yang banyak mengandung protein akan membuat kita tetap terjaga. Kalau mau lebih ampuh, tambahkan saja 3 gelas martini pada menu makan siang Anda. Kantuk pun akan terinduksi
Kedua, kalangan peneliti yang mengamati pola tidur manusia juga menemukan bahwa ada keadaan bawaan sejak lahir pada manusia untuk tidur sejenak pada sore hari. Penelitian ini melibatkan relawan yang diisolasi dari seluruh aktivitas sehari-hari baik siang atau malam, dan dibiarkan menjalani pola tidurnya sendiri. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka cenderung secara teratur mengalami satu sesi tidur panjang dan satu sesi tidur selama satu hingga dua jam sekitar 12 jam setelah pertengahan periode utama.
Kemungkinan ketiga, mengantuk sendiri berhubungan dengan jam tidur. Rata-rata orang dewasa sebenarnya memerlukan tidur selama 8 hingga 9 jam pada malam hari. Tetapi kebanyakan orang hanya tidur selama 7 jam, dan banyak yang tidur selama 6 jam atau kurang selama minggu kerja. Jadi ya mungkin saja kita merasa ngantuk karena kurang tidur.
Gimana, kira-kira alasan mana yang paling masuk akal ? Buat saya sih, yang pertama. Secara, tampaknya saya nggak pernah kurang tidur. Hehehe ![]()
Popularity: 15%
This entry was posted by Yessi Pratiwi on Wednesday, May 7th, 2008 at 11:22 pm and is filed under Biologi, Fisika, Tubuh Kita, Blogroll, Umum. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
There are 4 comments for this entry. Add yours
Franky R. Sinaga
Saya pernah mendengar, bahwa rasa ngantuk tsb justru muncul karena makan siang yg dilakukan dalam jumlah porsi yg banyak, sehingga lambung membutuhkan tenaga ektra utk mengolah makanan yg ada dalam perut, dan menyebabkan syaraf2 diotak letih yg mengakibatkan kita mengantuk. Teori dari kemungkinan yg pertama cukup mendekati dengan alasan Saya diatas. Saya setuju bahwa memang sebaiknya pada saat makan siang tidak terlalu banyak mengkonsumsi makanan yg banyak mengandung karbohidrat. Saya beberapa kali melakukan pengujian sendiri. Jika saat makan siang Saya hanya makan sayur2an saja, maka Saya tidak merasa ngantuk. Tapi masalah ngantuk justru muncul pada saat Saya makan nasi. Itulah sebabnya kenapa sampai saat ini, Saya baru makan nasi pada jam 15.00 wib. Tapi untuk 3 Gelas Martini, kog agaknya Saya kurang sepaham tuh… Tks
May 14th, 2008 at 3:01 pm
ibnusomowiyono
Makan bermanfaat untuk mengambil energi dari makanan (force discharging), untuk itu dibutuhkan energi. Mengantuk adalah kondisi otak untuk “beristirahat”. Jika sebagian energi digunakan untuk force discharging terhadap biobody/makanan, maka otak kurang pasokan energi, akibatnya ingin beristirahat,mengantuk. Karbohydrad lebih sulit dipecah/didegradasi dari pada sayuran karena quanta karbohydrat tinggi sedangkan sayuran lebih tinggi tifacknya.
May 18th, 2008 at 6:18 pm
Yessi Pratiwi
@ Franky : Martini tidak ditujukan untuk sesuatu, hanya sebuah analogi bahwa meminum 3 gelas minuman itu akan setara dengan hilangnya rasa kantuk
June 8th, 2008 at 7:50 pm
Yessi Pratiwi
@ Pak Ibnu :
Bahas masalah quanta dan tifack ini lebih lanjut, Pak. Tampak menarik
June 8th, 2008 at 7:51 pm