Khazanah Ilmu Bagi Anak
Kalau Anda sering melalui jalan di gerbang depan ITB (Jalan Ganesha), pemandangan jalan raya yang menjadi berwarna putih akibat kotoran burung koak pasti sudah biasa. Nggak jarang, saat kita melintas, kejatuhan kotoran burung yang.. uh, menjijikkan!
Lucunya, kotoran ini berwarna putih dan umumnya, tidak bau.
Mengapa kotoran burung berwarna putih? Apa zat yang terkandung di dalamnya?
Warna putih dalam kotoran burung berasal dari buangan yang diproses oleh hati dan jantung. Biasanya, warna gelap juga ditambahkan dari saluran pencernaan.
Pada burung, buangan yang kaya Nitrogen diubah menjadi pasta berwarna putih yang sebagian besar tersusun atas senyawa-senyawa urat, sehingga kerap membentuk gumpalan putih yang terpisah.
Berbahayakah?
Senyawa urat yang dihasilkan oleh burung tidak bersifat toksik. Kebanyakan burung memiliki kantung kemih yang menyimpan cairan untuk mengeluarkan kotorannya.
Popularity: 24%
This entry was posted by Yessi Pratiwi on Sunday, May 4th, 2008 at 10:11 pm and is filed under Fisika, Biologi, Fauna & Flora, Bumi, Blogroll, Semesta, Umum. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
There are 2 comments for this entry. Add yours
Nuatanael The King
itukan untuk jenis burung tertentu, bagaimana dengan burung-burung laen yang warna kotorannya g putih???dan juga bau???apa penyebabnya??
May 12th, 2008 at 1:39 pm
Yessi Pratiwi
@ Nathanael : Thanks pertanyaannya..
Seperti juga manusia, kotoran sebenarnya menunjukkan apa yang kita makan, kita konsumsi.
Apa yang dimakan oleh burung, tentu saja tidak sama. Kenapa? Karena burung juga banyak jenisnya. Makanannya pun tidak sama. Makanya bentuk paruh dan kaki nya berbeda.
Ya kan?
August 13th, 2008 at 3:21 pm