Khazanah Ilmu Bagi Anak
Lihat barisan semut didinding. Dengan rapinya, mereka mengikuti pola jalan beriringan, dan.. Hei, Lihat! Mereka bersalaman sesaat sebelum melanjutkan perjalanannya, saat bertemu dengan semut dari arah yang berlawanan.
Apakah mereka benar-benar bersalaman? Apakah ini jenis komunikasi diantara mereka?
Jika ada kontak kaki depan atau ayunan antena antara semut-semut tersebut, boleh jadi ada komunikasi. Tetapi metode komunikasi antar semut lebih ditekankan pada sinyal-sinyal kimia, sedangkan sinyal visual belum terbukti kebenarannya.
Komunikasi semut sebenarnya telah dipelajari secara ekstensif, tetapi belum ada ahli yang mempelajarinya secara mendalam. Komunikasi ini menyertakan ketukan, suara mirip mengerik, usapan, menggenggam, sentuhan, rabaan, dan mengeluarkan senyawa kimia, disamping aktivitas-aktivitas seperti pertukaran telur-telur khusus dan sekresi anal.
Pada semut pekerja, terdapat lebih dari sepuluh organ yang terlibat di dalam menghasilkan satu sinyal kimia saja. Namun, koloni semut yang khas beroperasi hanya dengan sekitar 10 hingga 20 sinyal, yang sebagian besar berupa senyawa kimia.
Jika semut api membuat jejak menuju makanan dengan sinyal-sinyal semacam itu lalu bertemu dengan semut pekerja lainnya, semut pekerja yang sedang kembali ke sarang dapat berbalik agar berhadapan dengan semut pendatang, dengan tergesa-gesa, sebelum melanjutkan perjalanannya atau bahkan berhenti sejenak untuk menyentuh semut pendatang. Tetapi para peneliti menilai perilaku ini hanya untuk mempertinggi efek-efek senyawa kimia yang digunakan untuk berkomunikasi.
Popularity: 25%
This entry was posted by Yessi Pratiwi on Monday, April 28th, 2008 at 11:12 pm and is filed under Biologi, Penemuan, Fauna & Flora, Bumi, Blogroll, Semesta, Umum. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
Join the discussion. Add your comment.