You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Warna Baju dan Serangan Nyamuk

Warna Baju dan Serangan Nyamuk

Yessi Pratiwi — April 13, 2008 / 9:59 pm

Apakah warna baju mempengaruhi serangan nyamuk? Saya bahkan tidak kepikiran hal ini sebelumnya, hingga menemukan sebuah artikel di Reader’s Digest edisi tiga bulan lalu.

Tentang warna baju dan serangan nyamuk ini ternyata menjadi perdebatan sains. Mau tau jawabannya? Lihat yang berikut ini!

Dr. Ir. Hermanu Triwidodo, M. Sc, PhD, Kepala Pusat pengendalian Hama Terpadu Departemen Proteksi Tanaman di Institut Pertanian Bogor mengungkapkan bahwa serangga memang tertarik dengan warna atau cahaya tertentu, tetapi mata nyamuk justru kurang berfungsi dengan baik dibanding antenanya yang berguna sebagai indera penciuman atau sensor kimia.

Jadi, udah tau jawabannya ya? Adik-adik pemirsa Pernik Ilmu kan pintar-pintar :-D

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 8 komentar untuk artikel ini.

  1. dzaia-bs

    Karena saya sudah bukan adik-adik, jadi saya belum mengerti kakak…

    jadi apakah nyamuk tidak mempedulikan warna baju? atau jadi lebih tertarik dengan yang berwarna gelap? soalnya, menurut pengalaman, tempat yg gelap lebih banyak nyamuknya…

    April 15th, 2008 at 5:09 am

  2. Mulan Smith

    Setahu ilmu yg saya pelajari, selain menggunakan indra penciuman, nyamuk juga mendeteksi kita berdasarkan thermal / panas tubuh yang kita miliki. Sehingga walaupun lampu kamar kita dimatikan, mereka masih bisa menggigit kita, bahkan mereka bisa menentukan dengan tepat dimana titik2 aliran darah kita yang akan dihisap, subbahanallah.. coba Allah tidak menciptakan mereka dengan sempurna, bisa2 saat gelap gulita mereka malah salah nusuk mata kita ^_^

    April 20th, 2008 at 11:44 pm

  3. Yessi Pratiwi

    Terimakasih, Mulan dan Dzaia.

    Berdasarkan artikel diatas, saya memang ingin membuat pikiran kita menarik kesimpulan sendiri.

    Tapi, berhubung karena ternyata masih ada yang belum mengerti, baiklah saya jelaskan.

    Benar kata Mulan, mata nyamuk justru kurang berfungsi dengan baik dibanding antenanya yang berguna sebagai indera penciuman atau sensor kimia. Walaupun serangga seperti nyamuk ini lebih tertarik terhadap warna2 tertentu, namun indera penciuman mereka mendeteksi keberadaan mangsa dengan lihai, di tempat gelap sekalipun.

    :)

    April 22nd, 2008 at 11:48 pm

  4. ibnusomowiyono

    Warna asli itu hanya dapat terjadi jika objek disinari cahaya putih, jika cahayanya bukan putih maka warna objek menjadi tidak sesuai dengan aslinya. “Dulu” dipercaya ada lampu “anti nyamuk” yang warnanya kuning (spektrum natrium), tetapi jika indra nyamuk yang peka bukan matanya, melain antena penciumannya (seperti hasil penyelidikan Dr. Ir. Hermanu Triwidodo M.Sc. PhD maka cahaya (kuning) tak akan mempengaruhi indra nyamuk yang lebih peka terhadap bau. Jadi tak benar jika warna (baju/kulit/lampu) dapat menarik/menolak perhatian nyamuk. Bau-lah yang dapat menarik atau menolak nyamuk, bukan warna kulit.

    May 10th, 2008 at 10:18 pm

  5. ibnusomowiyono

    Mengapa antena nyamuk memiliki kemampuan dapat mendeteksi bau? Jika anda mengikuti Tanya Jawab teori Minimalis di web saya maka dengan mudah dijelaskan hal itu. Panca indra sanggup mendeteksi wave lebih peka dari mendeteksi energy atau body. Ini sangat penting sebab jika wave tak terdeksi lebih awal maka akibatnya sangat fatal karena energi mempunyai kemampuan merusak pancaindra, apalagi body. Gas yang tak berbau lebih berbahaya dari yang berbau.

    May 11th, 2008 at 7:06 am

  6. Fauzan satoe

    kalo nyamuk mendeteksi dengan penciuman nya apakah bau parfum atw sebagainya dapat menngangunya ?

    August 3rd, 2008 at 12:52 pm

  7. Yessi Pratiwi

    @ Fauzan : sekali lagi, indera penciuman nyamuk sangat canggih. Mau coba pakai parfum berbau menyengat hidung dan menunggu digigit nyamuk? Ini tantangan loh :p

    August 13th, 2008 at 3:33 pm

  8. ackeu

    saya mau tanya nih, kenapa nyamuk suka sekali dengan daerah sekitar telinga …kan sangat menjengkelkan sekali suaranya ,malah kadang2 sampe masuk ke liang telinga .
    terikasih dan mohon penjelasannya

    October 9th, 2008 at 11:05 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • SERI ASTUTI — saya mau tanya apa sebenarnya pengertian sistole dan diastole????
  • fery — tolong dicantumkan struktur dan reaksi pada baterai !
  • dwi — tubuh pinguin ditutupi bulu atau rambut? bagaimana cara pinguin berkembang biak?
  • Candra Safitri — Aku sebenarnya iri dg Kupu2, dia bisa terbang bebas nentuin pilihan hidupnya....
  • Cahyana E. Purnama — Saya setuju dengan pendapat bahwa kelemahan pengajaran matematika di Indonesia yaitu berawal dari lemahnya pengajaran (pemahaman) masalah filsafat, yaitu dalam ...
  • henry — hallo koq gak da diskusi yang baru sickjh...
  • phie — kakak2 yg pinter2,,, dri perdebatan diatas,, saiia jadi punya bnyakk pertanyaan..... bwt sdr ibnu,,,, kpan siy swatu bnda itu E-nya sma dengan nol??? kpn ...
  • sani — Bagaimana kalau kutil tersebut dilistrik yang sebelumnya di beri salep untuk mengurangi rasa sakit,kalau ada obat luar kenapa harus melakukan ...
  • AyaX damch — BtL bGt tUh kTx HanDe sO sWeeT
  • HANHAN FERNANDES — kalau buaya reptilia,karena Buaya berkulit kasar. Sedangkan kura-kura dan kepiting bukan termasuk ampibi/reptilia.