You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Test DNA 100% Akurat?
Akhir-akhir ini saya kekurangan inspirasi, pemirsa. Sedang menyusun Tugas Akhir, tapi rasanya semangat kurang terpompa. Miskin ide. Tidak kreatif. Kurang semangat.
Tayangan TV pun hampir semuanya saya tonton. Termasuk gosip. Lantas, berita tentang Mayang Sari yang ditantang untuk melakukan Tes DNA oleh keluarga Bambang Tri Hatmodjo menarik perhatian saya.
Tes DNA? Kita bahas itu saja, gimana?
Sebenarnya apa sih, Tes DNA itu?
Tes DNA adalah sebuah metode identifikasi fragmen dari asam deoksiribonukleat, atau DNA itu sendiri. DNA merupakan materi genetik yang bisa kita temukan dalam inti sel mahluk hidup (nukleus). Pada mamalia, rantai DNA berbentuk struktur kelompok yang disebut kromosom. Dengan pengecualian orang yang kembar, DNA setiap orang pasti berbeda. Unik, tepatnya. Metode yang digunakan dalam Tes DNA?
Nah, pelacakan DNA ini biasanya akan diawali dengan ekstraksi sampel DNA dari cairan atau lapisan tubuh seperti rambut, darah, dan saliva. Sampel ini kemudian disegmentasikan menggunakan enzim, dan disusun menggunakan proses yang disebut elektroforesis. Sampel kemudian ditandai dengan film X-Ray, dimana kemudian sampel DNA yang sedang diuji akan menunjukkan pola garis-garis hitam—jejak DNA, seperti gambar dibawah ini :
Jika jejak DNA yang dihasilkan dari 2 orang bersamaan, maka kemungkinan sampel ini berasal dari orang yang sama.
Pada kasus Bambang-Mayang Sari ini, tentu saja sampel akan diambil dari Bambang dan anaknya. Jika hasil tes DNA mereka sama, kemungkinan si anak adalah anaknya Bambang.
Lha, koq pake kata “kemungkinan”? Memangnya gak 100% akurat?
Well, tes DNA ini menuai tantangan dari beberapa aspek, termasuk akurasi hasil dan biaya tes nya yang tergolong sangat mahal.
Akurasi Tes DNA?
Akurasi tes DNA telah ditantang untuk beberapa alasan. Pertama, karena sampel yang diambil hanya berupa segmen DNA, bukan DNA lengkap, kemungkinan jejak DNA yang dihasilkan tidak unik. Sebagai tambahan, jejak DNA biasa dihasilkan oleh laboratorium yang mungkin tidak memiliki standar pengujian dan pengendalian kualitas yang sama. Kemudian, karena interpretasi atas tes DNA ini dilakukan oleh manusia, ada faktor human error yang bisa mendukung terjadinya kesalahan pengujian, berujung pada hasil yang salah.
Kesimpulannya?
Tes DNA sudah pasti 100 % akurat? Tidak. Tes DNA yang dilakukan oleh penguji yang benar-benar ahli dan berpengalaman dalam bidang ini selama bertahun-tahun mungkin akan meminimalisir human error saat pembacaan hasil. Tapi saya yakin, selama tes dilakukan sesuai Standard Of Procedur yang ada dan melalui Quality Control yang baku, tingkat akurasi tes akan lebih baik dan merepresentasikan keadaan yang sebenarnya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
Ikuti diskusi Ada 30 komentar untuk artikel ini.
Okta Sihotang
pas…
nice news
March 13th, 2008 at 7:37 pm
sigit
barangkali masih ada rincian dan detail info tentang test DNA, mohon bantuannya.
bisa tolong dikirim ke alamat email sigit.purwanto@indocement.co.id
sebagai bahan makalah.
terima kasih
March 29th, 2008 at 12:03 am
Anis
Mungkin bisa jadi ide utk tulisan berikutnya. Keponakanku yg masih kecil pernah nanya, kenapa wajah manusia berbeda-beda, tidak ada yang sama? Ayo Chi, coba jelasin dengan bahasa yang kira2 bisa dipahami anak umur 5 tahun.
April 7th, 2008 at 2:27 am
makhbub
kenapa dna tiap orang bisa berbeda2?, padahal kalau kita mengambil torinya darwin yang menyatakan bahwa manusia adalah hasil evolusi dari seekor kera paling tidak seharusnya ada kemiripan antara dna kera dan dna kita yang merupakan perubahan wujud dari kera. kalau mengambil pernyataan dari mbak yessie bahwa kemungkinan besar dna anak dan orangtuanya ada kemiripan. Apakah dna kita mirip dengan dna kera? karena kita bukan hanya anak kera tapi kita adalah kera yng berubah?!?!?!
April 10th, 2008 at 1:16 am
suss
Ada info seberapa mahalnya harga test DNA?
saya pengen test, iseng pengen tahu segala potensi nasib yang sudah tersurat di dalam tubuh saya, lalu bereksperimen dengan pikiran dan gen saya.
Saya lagi keasikan baca buku “The Divine Message of the DNA, Tuhan dalam Gen Kita”, Kazuo Murakami. Ahli genetika asal Jepang itu bilang informasi yang tercatat di dalam DNA mengandung segala potensi yang luar biasa luas untuk hidup seorang manusia. Dan bahwa hanya 5-10% saja yang yang bekerja, apa yang dilakukan sisanya masih belum diketahui, padahal kode genetik manusia tersusun dari lebih dari 3 miliar huruf-huruf kimia A,T,C,G (adenin, timin, cytosine, guanin). Yang menarik adalah bahwa gen itu bisa berubah, bahwa yang sudah tertulis dalam sel manusia itu semacam program yang bisa dinyalakan atau dimatikan, oleh satu hal: pikiran.
Hm…
April 11th, 2008 at 6:13 pm
joko
Berapa besar biaya yg harus dikeluarkan untuk mengidentifikasi klo saya adalah ayah seorang anak perempuan melalui tes dna.
Sampel apa saja yg bisa digunakan untuk tes tersebut?
April 13th, 2008 at 12:04 am
Gw in Anaknya Siapa? « Story from a fish
[…] gak kalo dibandingin sama orang lain. Kalo sama, berarti kita bener satu keturunan. (dikutip dari sini) Tapi yang gw bingung, berarti jejak DNA kakek gw harusnya sama dong sama punya gw. Kan gw […]
April 14th, 2008 at 12:49 am
ANIS
aku dpt tugas dari dosen,,gmn caranya tes DNA dpt membuktikan bahwa seorang anak adalah benar-benar anak ayahnya..tolong jelasin struktur n caranya..tolong e-mail ke aku yaa…thx
April 21st, 2008 at 8:00 pm
Candy
kalau misalnya kita sudah melakukan ekstraksi DNA untuk PCR pada suatu organ hewan untuk mendeteksi ada/tidaknya virus tertentu, tetapi pada hasil elektroforesis bandnya tidak muncul, apa kemungkinan hewan tersebut negatif virus atau kita salah melakukan tahap PCR? Kira2 kenapa ya alasannya? Mohon jawabannya ke Desar_blue@yahoo.com
Mohon ya…………………
July 31st, 2008 at 2:56 pm
Mimik Ch
Tolong saya dikasih gambaran berapa kira-kira biaya yg dibutuhkan untuk test DNA dan di RS mana bisa melakukan test tersebut. Saya berdomisili di Banjarmasin apabila sampel tersebut dikirim via pos bisa nggak. trims kutunggu balasannya via email
September 5th, 2008 at 8:43 am
rian
tes DNA pentinkk tpii kLo tes na itu kan bs di palsukan menurut Lo itu bs di benar kan ?
gk knn.. mk na ntu gw gk mwu tes DNA cUz tes DNA bs bkin kacau semua..
pa Lg banyak yang memalsukan DNA .. iii gak banged deee… ^^
October 25th, 2008 at 12:59 pm
asrul
Tolong saya dikasih gambaran berapa kira-kira biaya yg dibutuhkan untuk test DNA dan di RS mana bisa melakukan test tersebut. Saya berdomisili di Jawa Timur apabila sampel tersebut dikirim via pos bisa nggak. trims kutunggu balasannya via email
October 29th, 2008 at 1:29 pm
thywoel
wah kalo gitu tes apaan dong yg bisa nunjukin hasil yg akurat?
emang berapa harga untuk tes dna?
coz aku kudu bantu temen nyari ortu kandungnya.
thanks.
November 17th, 2008 at 4:50 am
qwer
duhh, mahal amat. saya lg butuh nih. pcr saya masih smp dah 1 bulan telat. tp saya gak yakin saya yang berbuat, soalxa maennya aman. lagian pas pertama ml ma dia, ternyata dah gag perawan. gmana nih?
December 30th, 2008 at 5:48 pm
Wimi
Untuk di RS mana kita dapat melakukan test DNA? khususnya di Jakarta/Sumatera? Beberapa RS besar di Jakarta yang saya tanyakan, malah tidak tahu? Biaya dan persyaratan apa yang dibutuhkan? Tolong ya dinfokan karena saya butuh banget untuk membantu temen saya yang baru saja diputuskan pacarnya yang menikah dengan orang lain yang sudah punya pacar n tunangan tp malah berhubungan dengan pacar orang lain, dimana kata pacar temen saya tersebut tu cewe sudah tidak virgin n dia seorang SPG, memang seh sudah dinikahi secara sah, hanya saja temen saya masih kepikiran bahwa tu cewe merebut pacarnya dengan cara yang licik… trims banget atas informasinya
January 9th, 2009 at 11:15 am
deddy
Mo tanya,..nih Mba/Mas
kalo kita mo tes DNA harganya berapa yah…?
ditunggu loh jawabannya Trims
January 10th, 2009 at 2:12 pm
ramdhan witarsa
Mohon bantuan kepada teman2 yang peduli dan bisa membantu saya dalam hal pembuktian bahwa anak yang lahir adalah betul2 anak saya.mengingat biaya tes dna yang begitu mahal.berapapun sumbangan anda sangat berarti untuk kelangsungan hidup saya dan anak tersebut.hub.022 76242201.terimakasih banyak.
January 13th, 2009 at 1:57 pm
maya
tanya dunk,
bearapa biaya test DNA? prosedurnya apa aja?
dijakarta, dirumah sakit apa aja yg bisa?
thx u so much, sy tunggu informasinya
January 18th, 2009 at 1:15 pm
ayu
saya mau tanya lebih lanjut tentang test DNA. bagaimanakah metode dari test tersebut?
January 18th, 2009 at 6:13 pm
masaji
moga bermanfaat…nemu di web tetangga..
Cek Asal-Usul
Dalam sel manusia, DNA dapat ditemukan di inti sel dan mitokondria. Di dalam inti sel, DNA membentuk suatu kesatuan untaian yang disebut kromosom. Setiap anak akan menerima setengah pasang kromoson dari ayah dan setengah pasang kromosom dari ibu sehingga setiap individu membawa sifat yang diturunkan baik dari ibu maupun ayah. Dalam hal ini ada dua tes, yaitu :
Tes paternitas
Tes ini untuk menentukan apakah seorang pria adalah ayah biologis dari seorang anak. Tes paternitas membandingkan pola DNA anak dengan terduga ayah untuk memeriksa bukti pewarisan DNA yang menunjukkan kepastian adanya hubungan biologis.
Tes maternitas
Tes DNA ini untuk menentukan apakah seorang perempuan adalah ibu biologis seorang anak. Tes ini bisa dilakukan untuk kasus dugaan bayi tertukar, bayi tabung, dan anak angkat.
Selain di dalam inti sel, DNA juga bisa ditemukan di dalam mitokondria, yaitu bagian dari sel yang menghasilkan energi. Berkat mitokondria, kita bisa bernapas dan sel bisa memperbaiki diri. Tanpa mitokondria, sel akan mati. DNA mitokondria hanya diturunkan dari ibu. Keunikan pola pewarisan DNA mitokondria menyebabkan DNA ini dapat digunakan sebagai penanda untuk mengidentifikasi hubungan kekerabatan secara maternal/garis ibu.
Misalnya, pada kasus pesawat jatuh dan di situ ada keluarga, yaitu bapak, ibu, dan tiga anak perempuan. “Kita akan menemukan DNA mitokondria yang sama, yaitu ibu dan tiga anak. Tetapi kita tidak bisa menentukan mana si ibu, anak pertama, kedua, dan ketiga. Karena semuanya sama. Kita bisa tahu mereka berkerabat tetapi siapa mereka, harus dapat setengah dari bapak dan setengah ibu. Karena itu harus pakai DNA inti. Jadi, kita lihat kasusnya seperti apa. Kalau kasus paternitas biasa, pakai DNA inti,” urai Hera.
RAHASIA TERJAMIN
Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang tes paternitas dan maternitas.
Untuk tes paternitas yang diperiksa adalah ibu, anak, dan terduga ayah. “Bisa saja hanya ayah dan anak yang diperiksa, jika ibu biologis tidak bersedia ikut tes. Partisipasi ibu pada tes paternitas dapat membantu separuh DNA anak, sehingga separuhnya lagi dapat dibandingkan dengan DNA terduga ayah.”
Jika terduga ayah berada di kota lain, dengan surat pengantar dari dokter, terduga ayah dapat diambil darahnya di kota domisili dan mengisi formulir surat pernyataan persetujuan untuk melakukan tes paternitas serta menandatanganinya di atas materai.
Hampir semua sampel biologis dapat dipakai untuk tes DNA. Mulai dari buccal swab (sel mukosa di pipi bagian dalam, diambil dengan alat khusus seperti cotton buds yang ujungnya dilengkapi dengan sisir kecil dari karet), darah, kuku, sampai rambut. Untuk bayi, jaringan bisa diambil dengan buccal swab atau jarum suntik kecil.
Menurut Hera, yang paling efektif adalah darah karena bisa dapat banyak DNA. Namun, kini teknik pengambilan DNA makin lama makin sensitif, dalam arti bisa dilakukan dengan mengambil sedikit jaringan, seperti sidik jari yang menempel di suatu benda dan bekas lipstik.
Tak ada batasan usia. Bahkan pada janin dan orang yang sudah meninggal. Pada tes paternitas sebelum anak dilahirkan (prenatal), tes DNA dapat dilakukan dengan sampel dari jaringan janin, umumnya pada usia kehamilan 10-13 minggu atau dengan cara amniosentesis (tes prenatal) pada usia kehamilan 14-24 minggu.
Untuk pengambilan jaringan janin ini harus dilakukan oleh ahli kebidanan/kandungan. Ibu yang ingin melakukan tes DNA prenatal harus berkonsultasi dengan ahli kebidanan kandungan.
Ingin tes DNA? Pengguna jasa atau klien dapat meminta dan menjadwal tes paternitas atau maternitas secara langsung sesuai keinginan ke lembaga yang menyediakan jasa tes DNA, semisal Lembaga Eijkman, Jakarta.
Prosesnya, pertama-tama klien datang untuk konsultasi. “Saat konsultasi, kami menerangkan apa yang sebenarnya kami lakukan dalam tes ini. Lalu kami menanyakan pada kedua belah pihak karena ini adalah suatu kejadian yang sangat sensitif. Kalau keduanya setuju, tidak apa-apa. Jadi, kami memberikan konsultasi bahwa apapun hasilnya, ada konsekuensi,” jelas Hera.
Setelah ditanya alasan dan latar belakangnya, klien harus menandatangani persetujuan tes paternitas atau tes DNA lainnya di atas materai. Klien juga harus menyerahkan identitas diri (KTP atau paspor) dan foto. Setelah itu baru diambil darahnya dengan dihadiri saksi.
Apabila anak belum dewasa, diperlukan fotokopi surat kelahiran atau surat perwalian anak yang menyatakan terduga ayah atau wali anak memiliki hal untuk membawa anak itu melakukan tes paternitas.
Tes DNA adalah 100 persen akurat jika dikerjakan dengan benar. Tes DNA ini memberikan hasil lebih dari 99,99 persen probabilitas paternitas jika DNA terduga ayah dan DNA anak, cocok (matched). Apabila DNA terduga ayah dan anak tidak cocok (mismatched) maka terduga ayah yang dites, 100 persen bukanlah merupakan ayah biologis anak itu.
Dulu, konfirmasi dilakukan dengan mengulang tes terhadap terduga ayah. Kini, begitu ada tes, dilakukan dua kali dengan dua orang pemeriksa (researcher) “Jika hasil dari dua orang itu berbeda, pasti ada kesalahan. Lalu kami cek lagi. Semua researcher sudah diperiksa DNA-nya. Sehingga jika ada yang tidak match, jangan-jangan ada kontaminasi. Mungkin terkena DNA si researcher,” ungkap Hera.
Begini proses yang paling sederhana: setelah mengambil jaringan atau darah, (dalam darah ada plasma, serum, sel-sel darah merah, sel-sel darah putih), dengan suatu detergen, “dipecahkan” membran sel darah putih. Apapun yang ada di dalamnya akan keluar, termasuk DNA.
Sekarang ada teknologi yang bisa menggandakan sampai jutaan kali fragmen suatu DNA yang akan diperiksa. “Jadi, kita tidak perlu mengambil banyak jaringan. Karena bercak sperma, rambut, dan bercak darah bisa diisolasi DNA-nya dan bisa diperbanyak jutaan kali dan kemudian bisa diperiksa
untuk identifikasi.”
Hasil tes DNA selesai dalam waktu 12 hari kerja terhitung dari tanggal diterimanya sampel. Selain itu, seluruh informasi pasien, mengenai tes, dan hasil tes akan dijamin kerahasiaannya. Karena pertanyaan mengenai paternitas, sangat sensitif. Hasil tes DNA hanya akan diberikan kepada individu yang melakukan tes.
Tidak Bisa Dipaksakan
Tes DNA tidak bisa dilakukan karena paksaan dari pihak ketiga. “Jika ada keluarga yang datang lalu meminta supaya pasangan tertentu diperiksa, tidak bisa dilakukan jika mereka berdua (pasangan itu) tidak setuju,” tandas Hera.
Namun, untuk keperluan pengadilan, jaksa dan polisi bisa meminta. Hasil tes ini hanya dapat digunakan sebagai referensi pribadi, kecuali jika sampel yang diperiksa diambil melalui prosedur hukum (surat dari polisi atau jaksa), maka sampel tersebut memiliki kekuatan hukum.
Biaya Pemeriksaan
Lantas, berapa biaya untuk melakukan tes DNA? Di Lembaga Eijkman, biaya tes maternitas/paternitas yang dilakukan seorang anak dan seorang terduga ayah/ibu (dengan atau tanpa kehadiran ibu/ayah), sebesar Rp 7,5 juta per paket. Biaya ini sudah termasuk biaya konsultasi pemeriksaan identifikasi DNA.
Jika akan memeriksakan lebih banyak orang (lebih dari satu terduga ayah/ibu, anak, saudara, dan lain-lain), mereka dapat dilibatkan dalam proses pemeriksaan dengan biaya tambahan Rp 2,5 juta per orang.
February 2nd, 2009 at 4:33 pm
hesa
gile…mahal bener ya tes DNA….dimana tuh tes DNA yg umum
April 29th, 2009 at 1:24 pm
tyo
berapa ya biaya yg harus kita keluarkan utk tes dna?
May 9th, 2009 at 1:21 am
en_Vic
Terima kasih infonya.. Beberapa menit yang lalu saya coba hubungi Lembaga Eijkman ingin menanyakan informasi tentang test DNA, tapi sayang karena hari libur belum bisa dilayani oleh petugas berwenang.. Coba bapak/ibu hubungi langsung ke Lembaga Eijkman di line telepon 021-3917131.. Mudah-mudahan bermanfaat..
June 6th, 2009 at 2:15 pm
hihi....
Di Indonesia, terdapat dua laboratorium yang dapat melayani user dalam tes DNA yaitu Laboratorium Pusdokkes Polri Jakarta Timur dan di Lembaga Bio Molekuler Eijkman Jakarta Pusat. Untuk di Lembaga Eijkman, biaya per paket tes DNA adalah berkisar Rp. 7,5 Juta dengan hasil tes yang dapat diperoleh dalam 12 hari kerja terhitung dari tanggal diterimanya sampel.
mudah2an membantu ya….
July 16th, 2009 at 12:25 pm
p4ladin
kenapa manusia dna nya di sama in dengan kera? di mana sama nya? padahal test sendiri pun tidak akurat…
July 17th, 2009 at 6:22 pm
Ros
Tolong info dong yang pernah TEST DNA, beritahukan RUMAH SAKIT yang bisa untuk melakukan tes tersebut.
terima kasih
July 28th, 2009 at 6:41 pm
Ocha
Tolong info dong yg pernah TEST DNA,beritahukan RUMAH SAKIT yg bisa melakukan tes tersebut di garut_jawa Barat?
August 2nd, 2009 at 6:45 pm
renata
Hi… nama saya renata, saya ingin tau di mana saya bisa melakukan tes dna? berapa biayanya? berapa lama menunggu hasil jika sudah melakukan tes?
dan juga apa aja yang dibutuhkan untuk tes dna tersebut? pakah say harus nginap d rs?
tolong infonya saya akan senang sekali jika mendapat balasan.
trima kasih….
September 4th, 2009 at 6:04 pm
Rudi Htmoko,S.Psi
Sy py klien mau tes dna untuk membuktikan anaknya benar2 keturunannya, gmn cr nya sedangkan klien sy berada di Palembang, mhn perkiraan biayanya.
September 18th, 2009 at 2:29 pm
Hendra Japri Jaya
RS/Lab mana saja di Jakarta/Bandung yang boleh Test DNA? Thank’s bantuannya.
October 1st, 2009 at 10:37 am