You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Milenium dalam Perspektif Matematis Astronomis

Milenium dalam Perspektif Matematis Astronomis

Yessi Pratiwi — March 6, 2008 / 12:17 am

Angka nol menjadi masalah juga dalam menelusuri sejarah masa lampau. Ada ungkapan tahun sebelum Masehi dan sesudah Masehi yang terputus karena tidak dikenalnya tahun nol. Urutan tahun di sekitar pergantian sistem kalender Masehi adalah tahun 2 SM (sebelum Masehi), 1 SM, 1 M, 2 M, dan seterusnya. Penulis sejarah Matematika, dengan menggunakan notasi matematis menuliskan urutan tahun tersebut sebagai tahun -2, -1, 1, 2, dan seterusnya.

Astronomi sebagai ilmu yang berperan menelusuri waktu kejadian di masa lampau tidak menggunakan notasi matematis seperti itu. Secara astronomi, tahun 1 SM dianggap sebagai tahun 0 untuk memudahkan perhitungan waktu dalam penelusuran balik kejadian masa lampau.

Kalender Masehi berakar dari kalender Qamariyah Romawi yang semula mempunyai 10 bulan. Kalender Romawi ini berawal pada Maret dengan bulan ke tujuh, delapan, sembilan, dan sepuluh disebut September, Oktober, November, dan Desember. Penambahan bulan Januari dan Februari sebagai bulan ke-11 dan ke-12 terjadi sekitar tahun 700 SM.

Astronom sebenarnya tidak peduli dengan istilah milenium. Karena dalam astronomi kronologi kejadian umumnya dinyatakan dalam hari Julian (Julian day) yang didefinisikan bermula dari tengah hari 1 Januari 4713 SM. Penetapan awal periode ini pun sebenarnya tidak punya arti astronomis, tetapi sekadar memenuhi siklus dalam sistem kalender lama: siklus metonik (19 tahunan) serta siklus dalam kalender Romawi indiksi (15 tahun) dan dominis (28 tahun).

milleniumj.JPG

Ketika istilah milenium yang berawal dari masalah komputer mulai memasyarakat, orang mulai bertanya, tepatkah 1 Januari 2000 disebut sebagai awal Milenium ke tiga. Para astronom yang ditanya tentu akan mengacu pada sejarah. Karena milenium berarti kurun waktu seribu tahun, sedangkan milenium pertama dimulai 1 Januari tahun 1, maka milenium ke-3 semestinya 1 Januari 2001.

Tetapi, di masyarakat terlanjur menggunakan istilah milenium dalam konteks seperti millenium bug, sekadar melihat angkanya. Kalau demikian lupakan sejarah, lihatlah pada angka tahunnya. Astronom pun kemudian ditanya, mengapa angka 2000 sudah dianggap sebagai milenium ke-3 atau abad 21. Secara astronomi hal itu masih dapat dibenarkan.

Dalam astronomi suatu tanggal lazim dituliskan sebagai fraksi tahun. Pukul 00:00 1 Januari 2000 bila ditulis dengan desimal menjadi tahun 2000,0. Sedangkan pukul 00:00 23 Januari 2000 dapat dinyatakan sebagai tahun 2000,06284 (dari 2000,0 + 23/366, karena tahun 2000 berjumlah 366 hari). Karenanya setiap tanggal sesudah 1 Januari 2000 dapat dinyatakan dengan angka yang lebih besar dari 2000. Itu berarti tidak termasuk lagi sebagai abad 20 atau milenium 3.

Jadi, mestinya sudah boleh dinyatakan sebagai bagian dari abad 21 atau milenium 3. Kalau demikian, beralasan juga untuk menetapkan 1 Januari 2000 sebagai awal abad 21 atau milenium 3.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • Koen — Terima kasih, Echi dan Dhani :). Salah satu misi Pernik Ilmu memang membuka mata masyarakat, dengan bahasa awam, tentang fakta-fakta ...
  • » Mengapa Langit Malam Gelap? ~ Blog Archive ~ Pernik Ilmu (Asia Blogging Network) — [...] pertama di Pernik Ilmu ini berjudul Mengapa Langit Biru :). Tapi kita tahu langit hanya biru di hari yang ...
  • dedy — sebutkan macam2 sel volta!!!kasih gambar dan bagaimana carajanya!!!
  • Taufik Hidayat — Mengapa pd wkt bln purnama kalau kita mancing dilaut, gak ada ikannya yg mau makan umpan yg ada di kail ...
  • sardes — hi.......Q sardes saat ni sedang kul di salah satu PTN yang tentunya FMIPA n jur MM...q mw nanya nih kira2 ...
  • Mukmin — slam kenal mbak Yessi,
  • nurul azizah — salut wat astronot....
  • elang — nyerah dech, apa jawabannya???????
  • In-daH — oo....kERen banget....
  • Erastosthenes — Jadi, 1 drajat itu sbnarnya brp km? 1 drajat itu brp menit?