You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Meridian Nol Derajat

Meridian Nol Derajat

Yessi Pratiwi — February 24, 2008 / 11:38 pm

Proses penyatuan penetapan bujur nol atau meridian standar hampir berlangsung satu abad, sejak zaman Laplace (1800), John Herschel (1828) disusul kemudian dengan pertemuan International Geographical Congress I (1871) di Antwerp dan International Geographical Congress II(1875) di Roma.

Setelah itu pertemuan The International Meridian Conference yang berlangsung di the Diplomatic Hall of the State Department di Washington DC pada tanggal 1 Oktober 1884 berhasil mengeluarkan resolusi penggunaan meridian Greenwich sebagai meridian nol menggantikan keragaman penggunaan meridian acuan dan dualisme penggunaan meridian acuan untuk peta laut dan peta darat.

Keragaman meridian acuan untuk menentukan jam bagi keperluan sehari-hari dirasakan kurang praktis, manusia bisa kebingungan dalam bertransaksi atau membuat perjanjian satu dengan lainnya.

Setelah melalui perjalanan waktu yang panjang (lebih setengah abad dari resolusi penetapan meridian nol, sebagai contoh awal penggunaan Greenwich sebagai meridian nol misalnya di Perancis pada tahun 1911,di Rusia pada tahun 1924, di Belanda pada tahun 1940) kini di sepakati penggunaan garis bujur yang melewati kota Greenwich merupakan garis bujur nol Planet Bumi dibagi menjadi 24 waktu standar, 12 waktu standar bujur Timur dan 12 waktu standar bujur Barat.

Penetapan wilayah dalam sebuah waktu standar secara teoritis menggunakan bujur standar (bujur geografis yang habis dibagi 15° dengan acuan bujur tempat meridian nol, Greenwich) Namun dalam hal praktis batas bujur tempat keberlakuan waktu standar itu tidak merupakan sebuah garis bujur, tapi lebih bersifat batas kekuasaan wilayah, bentuknya bisa zig-zag. Selain itu tiap negara dapat memilih waktu standar yang dipergunakan dengan berbagai pertimbangan.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. ikazain

    jadi jadi mba ech, kalo Indonesia sama greenwich bera berapa derajat? jadi berapa jam tuh?

    February 27th, 2008 at 4:42 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • SERI ASTUTI — saya mau tanya apa sebenarnya pengertian sistole dan diastole????
  • fery — tolong dicantumkan struktur dan reaksi pada baterai !
  • dwi — tubuh pinguin ditutupi bulu atau rambut? bagaimana cara pinguin berkembang biak?
  • Candra Safitri — Aku sebenarnya iri dg Kupu2, dia bisa terbang bebas nentuin pilihan hidupnya....
  • Cahyana E. Purnama — Saya setuju dengan pendapat bahwa kelemahan pengajaran matematika di Indonesia yaitu berawal dari lemahnya pengajaran (pemahaman) masalah filsafat, yaitu dalam ...
  • henry — hallo koq gak da diskusi yang baru sickjh...
  • phie — kakak2 yg pinter2,,, dri perdebatan diatas,, saiia jadi punya bnyakk pertanyaan..... bwt sdr ibnu,,,, kpan siy swatu bnda itu E-nya sma dengan nol??? kpn ...
  • sani — Bagaimana kalau kutil tersebut dilistrik yang sebelumnya di beri salep untuk mengurangi rasa sakit,kalau ada obat luar kenapa harus melakukan ...
  • AyaX damch — BtL bGt tUh kTx HanDe sO sWeeT
  • HANHAN FERNANDES — kalau buaya reptilia,karena Buaya berkulit kasar. Sedangkan kura-kura dan kepiting bukan termasuk ampibi/reptilia.