Khazanah Ilmu Bagi Anak
Dalam buku “Menjelajah Keluasan Langit Menembus Kedalaman Al Quran”, Dr. Moedji Raharto—Staf Pengajar dan Peneliti pada Kelompok Keahlian Astronomi ITB—menyebutkan bahwa antara Bumi-Bulan terjadi sinkronisasi.
Sinkronisasi ini terjadi karena Bumi mengerem rotasi Bulan dan sebaliknya, Bulan pun mengerem rotasi Bumi. Sinkronisasi rotasi Bumi-Bulan akan menyebabkan periode revolusi Bulan sama dengan periode rotasinya, yaitu 27,3 hari. Hal ini akan menyebabkan wajah purnama yang tak pernah berubah.
Selain itu, rotasi Bumi diperlambat sehingga hari makin panjang 0.002 detik dalam seabad dan bulan menjauh sekitar 3,5 cm per tahun. Kelak, ratusan juta tahun mendatang rotasi Bumi pun menjadi sinkron dengan rotasi dan revolusi Bulan, yaitu satu hari sama dengan satu bulan, sekitar 48 hari menurut ukuran sekarang.
Bagaimana menurut Anda?
Popularity: 8%
This entry was posted by Yessi Pratiwi on Saturday, February 16th, 2008 at 5:20 pm and is filed under Fisika, Bumi, Pesawat, Semesta, Umum. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
There are 3 comments for this entry. Add yours
aziz
mengapa rotasi bulan dan revolusinya memakan waktu yang sama?
February 18th, 2008 at 6:14 pm
ikazain
iya, kenapa tuh mba ech?
February 27th, 2008 at 4:32 pm
Koen
@Azis: Oh, tadinya aku pikir karena bulan memiliki massa tak seimbang, sebagai hasil dari sejarah pembentukannya yang berasal dari dua materi sub-planet yang bertumbukan. Berat sebelah, haha :). Jadi sisi yang lebih berat berada lebih “bawah” mengarah ke bumi; dan akibatnya wajah bulan yang mengarah ke bumi selalu sama; dan akibatnya kala rotasi dan kala revolusi bulan menjadi sama.
February 28th, 2008 at 3:09 am