You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Jika Bintang Sekarat

Jika Bintang Sekarat

Yessi Pratiwi — January 13, 2008 / 10:11 pm

Pertanyaan buat kalian. Apakah bintang yang kita lihat berkelap-kelip di langit hampir setiap malam, adalah bintang yang sama dengan bintang pada malam-malam sebelumnya? Apakah ada bintang lain, namun tidak terlihat oleh mata kita?

Mungkin ya, mungkin tidak. Ah, itu tidak scientific. Yang jelas, di jagat raya ini, ada bintang-bintang yang berukuran lima kali atau lebih daripada Matahari. Dan mereka bisa mengalami kondisi sekarat, sehingga harus mengakhiri hidupnya.

Cara mengakhiri hidup mereka terjadi dengan sangat spektakuler, disebut dengan Supernova. Itu terjadi ketika bahan bakar bintang untuk melakukan reaksi fusi di dalam intinya sudah habis. Proses fusi sendiri berperan menciptakan tekanan ke arah luar untuk mengimbangi gaya tarik dari massanya yang besar.

Apa yang menyebabkan bintang sekarat?

1. Bintang bisa membengkak. Bintang membengkak menjadi sebuah red super giant (membengkak karena mengeluarkan inti heliumnya ke permukaan). Di bagian dalam, inti bintang takluk kepada gaya tarik dan mulai menyusut. Seiring dengan penyusutan itu, bintang semakin panas dan padat.

2. Inti Besi. Ketika di inti hanya tertinggal unsur besi (struktur nuklir besi tidak memungkinkan atomatomnya untuk reaksi fusi menjadi elemen yang lebih berat), kurang dari satu detik kemudian, bintang memasuki fase final dari kehancurannya.

3. Meledak. Suhu pada inti berkembang menjadi 100 miliar derajat. Energi dari inti ditransfer menyelimuti bintang, yang lalu meledak dan menyebarkan gelombang kejut. Begitu gelombang menerpa material di lapisan luar bintang, material menjadi panas, berfusi menjadi elemen-elemen baru dan isotop-isotop radioaktif.

4. Lontaran. Gelombang kejut lalu melontarkan material itu ke ruang angkasa. Bahan-bahan ledakan itu kini dikenal sebagai bekas-bekas supernova. Bintang akan mengalami peningkatan kecerlangan sampai ratusan juta kali lebih terang dari kecerlangan semula dalam waktu hanya beberapa hari saja akibat ledakan ini. Supernova bisa meledakkan habis bintang yang mengalami Supernova tsb, atau menyisakan inti bintang berupa objek raksasa seperti bintang neutron atau lubang hitam, bergantung pada massa bintang yang mengalami supernova.

Bintang-bintang yang mengalami supernova adalah bintang-bintang tunggal bermassa besar (lebih dari 8 kali massa Matahari); atau bintang ganda yang komponen utamanya telah mencapai tahap evolusi lanjut berupa bintang katai putih (white dwarf) dan komponen sekundernya mencapai tahap raksasa merah dan memenuhi lingkup roche-nya. Bleuh, bingung dengan istilah-istilah tersebut? Terima saja dulu, lain kali akan kita bahas :-P

Supernova melepaskan jumlah energi yang amat besar, dan akan menghasilkan unsur-unsur yang lebih berat dari Hidrogen dan Helium di alam semesta saat ini. Setelah mencapai titik paling terangnya, cahaya dari Supernova itu akan memudar. Dengan membandingkan pengamatan-pengamatan Supernova, didapati bahwa puncak terang yang dicapai oleh bintang yang mengalami Supernova, kurang lebih sama.

supernova.jpg

Fenomena Supernova sangat penting bagi kita untuk dapat memahami galaksi. Energi yang dilepaskan sebuah bintang raksasa yang meledak akan memanaskan medium antar bintang, mendistribusikan sejumlah besar elemen ke seluruh galaksi, dan mempercepat laju sinar kosmis.

Stephen Smart dari Cambridge University menambahkan, ledakan-ledakan supernova menghasilkan dan mendistribusikan elemen-elemen kimia yang menyusun segala sesuatu di jagat raya yang tampak-terutama kehidupan.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 6 komentar untuk artikel ini.

  1. ika

    Wah, mbak yessi ini tampak pintar dalam kancah perbintangan. Hoho.

    January 18th, 2008 at 3:30 pm

  2. dain

    kok ternyata istilahnya mirip dengan nama anturium ya….
    ada kan namanya Ant. Supernova, Jenmanii Red Giant.apa para astronomi pengagum anturium ya..?

    January 19th, 2008 at 5:56 pm

  3. Echi

    Tidak pintar, Mbak Ika.

    Tapi dunia perbintangan tampak menarik untuk kita diskusikan :)

    Wah, masalah anturium, saya belum punya argumen untuk itu :p

    January 21st, 2008 at 3:32 pm

  4. izzaguana

    saya penasaran, lubang hitam ato black hole, klo ada benda yang masuk kedalamnya apa yang akan terjadi ya? thanks

    August 8th, 2008 at 10:04 am

  5. Naufan..

    Mbak,jika radiasi dri super
    Nova smpai ke bumi apakah dpt brpngaruh trhdp DNA mahluk hdup?
    Thx..

    September 24th, 2008 at 1:20 pm

  6. Goesup nimbuzz

    Sebenarny bntang slain mtahari yg terdekat dari bumi tu apa sih?

    Lain kali bahas dunk, kali aja mirip dgn tata surya kita.

    Ya mbak, cariin infony, THX

    October 12th, 2008 at 10:56 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • SERI ASTUTI — saya mau tanya apa sebenarnya pengertian sistole dan diastole????
  • fery — tolong dicantumkan struktur dan reaksi pada baterai !
  • dwi — tubuh pinguin ditutupi bulu atau rambut? bagaimana cara pinguin berkembang biak?
  • Candra Safitri — Aku sebenarnya iri dg Kupu2, dia bisa terbang bebas nentuin pilihan hidupnya....
  • Cahyana E. Purnama — Saya setuju dengan pendapat bahwa kelemahan pengajaran matematika di Indonesia yaitu berawal dari lemahnya pengajaran (pemahaman) masalah filsafat, yaitu dalam ...
  • henry — hallo koq gak da diskusi yang baru sickjh...
  • phie — kakak2 yg pinter2,,, dri perdebatan diatas,, saiia jadi punya bnyakk pertanyaan..... bwt sdr ibnu,,,, kpan siy swatu bnda itu E-nya sma dengan nol??? kpn ...
  • sani — Bagaimana kalau kutil tersebut dilistrik yang sebelumnya di beri salep untuk mengurangi rasa sakit,kalau ada obat luar kenapa harus melakukan ...
  • AyaX damch — BtL bGt tUh kTx HanDe sO sWeeT
  • HANHAN FERNANDES — kalau buaya reptilia,karena Buaya berkulit kasar. Sedangkan kura-kura dan kepiting bukan termasuk ampibi/reptilia.