You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Belum 5 Menit
Seorang wanita duduk pada kursi sebuah café. Ia hampir saja menyantap sepotong kecil blackforest sebelum akhirnya potongan kecil itu jatuh ke lantai. Lalu wanita tersebut mengambil kembali makanannya, dan memasukkannya ke mulut seraya berucap : “Belum Lima Menit”
Masih ingat dengan video komersil tersebut? Sekarang, banyak sekali orang-orang berkelakuan sama : mengambil kembali makanan yang sudah jatuh ke lantai, dengan tagline yang sama : Belum Lima Menit.
Apakah tindakan ini dapat dibenarkan oleh sains, sementara lantai adalah gudangnya kuman-kuman yang siap mencemari makanan yang terjatuh?
Well, aturan tentang memakan kembali makanan yang telah jatuh ke lantai sebenarnya secara tersirat digagas oleh Jenghis Khan. Tapi, batasan yang ia pakai saat itu adalah 20 jam, bukan lima menit, dengan asumsi bahwa saat itu udara di Asia Tengah sangatlah dingin.
Di University of Maine, dilakukan penelitian tentang bakteri/ kuman yang terdapat pada makanan yang telah jatuh ke tanah. Hasilnya cukup mencengangkan : jumlah bakteri di makanan “basah” kayak keju malah turun seiring makin lamanya keju di permukaan tanah.
Pada sebuah penelitian lain, seorang pelajar SMU di Chicago memenangkan Nobel untuk bidang Biologi setelah mengukur jumlah bakteri di bekas permen karet dan kue-kue yang berjatuhan di sekitar kampusnya. Ia menemukan bahwa makanan yang sudah jatuh ke lantai itu relatif bebas bakteri. Tapi, begitu dijatuhkan lagi ke lantai yang sengaja sudah dicemari bakteri E. coli, maka kontaminasi makanan akan terjadi dalam lima detik.
Semakin alami bahan makanan yang dijatuhkan seperti daging, keju, maupun sayuran, maka bakteri akan semakin cepat mengkontaminasi makanan, karena umumnya bakteri paling suka dengan makanan alami.
Tetapi, jelas saja penelitian ini bukan seperti yang diiklankan di TV. Pada iklan di TV, makanan jatuh di lantai, bukan di tanah.
Pada penelitian pertama, bakteri dari keju jelas akan berpindah ke tanah, makanya semakin lama keju berada di tanah, keju akan semakin bebas bakteri. Nah, jika keju jatuh di lantai, justru bakteri pada lantai yang akan berpindah ke keju, karena bakteri merasa menemukan media baru (walaupun sebenarnya belum tentu cocok dengan dirinya).
Hal sebaliknya juga berlaku pada penelitian kedua. Coba deh, dipikir-pikir. Ada hubungannya, bukan?
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Ada 7 komentar untuk artikel ini.
Donny Reza
Memang bebas bakteri, tapi kan males aja makan dengan tanah-tanah yang menempel di blackforest
November 26th, 2007 at 7:45 am
Yessi Pratiwi
Ya, betul. Mana enak makan blacforest + tanah
November 26th, 2007 at 5:26 pm
tya
gepepe vitamin Z
December 19th, 2007 at 5:29 pm
marstovenus
klo makanan jatuh di lantai, soal bakteri tergantung makanannya yang terjatuh (makanan kering atau lembah).klo jatuhnya di tanah, so pasti ….tapi memang betul mengingat secara indera tidak …dan belum tampak cacat, boleh lah diambil kembali karena makanan juga harus diakui.mubadzir dong alias (sia-sia/ percuma) padahal dapatinya gak gampang. tapi demi menjaga kesehatan badan lebih baik klo ditinggalkan (mengambil kembali) beli yang masih seger, khan stoknya masih banyak tuh….ok!
January 8th, 2008 at 5:03 am
Yessi Pratiwi
Itu sebuah sudut pandang dari sisi finansial, mungkin, tapi dari sudut pandang selera dna hasrat makan, mungkin ceritanya akan berbeda
January 10th, 2008 at 4:56 pm
Annisa
yang bikin males tuh…
misahin antara mana tanahnya mana coklatnya
iya kan…
July 9th, 2008 at 9:54 pm
Alice
Makanan basah sih ya ga lah, masa diambil lagi, udah kebayang kuman banyak yang nempel, kecuali kerupuk/keripik yang uenak…banget ya diambil lagi abis sayang sih, he..he..
October 28th, 2008 at 7:31 am