You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Mimpi
Tidur adalah keadaan saat kita beristirahat secara alami. Tidur terjadi pada semua Kingdom Mamalia, Aves dan beberapa Reptil, Amfibi dan Pisces.
Saat tidur, kita mengalami beberapa tahapan, mulai dari kita memejamkan mata hingga benar-benar tidur. Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana kita bisa bermimpi? Apakah aktivitas ini berhubungan dengan pikiran bawah sadar manusia saat sedang tidur??
Simpang siur berbagai pendapat terjadi berkaitan dengan perihal mimpi ini. Beberapa ilmuwan beranggapan, mimpi timbul sebagai bentuk rangsangan verbal, visual maupun emosi yang kita alami saat tidur. Ada juga yang menambahkan, mimpi merupakan gambaran acak dari impuls otak, dimana otak bisa melakukan recall memory, sehingga seringkali manusia menganggapnya sebagai untaian cerita.
Well, secara ilmiah, otak manusia dipercaya dapat menghasilkan 4 jenis gelombang yaitu gelombang Delta, Theta, Alpha dan Betha. Setiap jenis gelombang menyatakan perbedaan kecepatan getaran listrik pada otak manusia. Faktanya, saat tidur manusia mengalami 5 fase/tahapan, yang terdiri atas;
Light Sleep. Otot tubuh mulai melakukan relaksasi. Pada stage ini, seseorang masih mudah untuk terbangun. Gelombang yang diproduksi pada tahap ini adalah gelombang Theta yang bergetar dengan kecepatan 4-7 getaran perdetik.
Deeper Sleep. Pada fasa ini, tidak hanya otot yang melakukan relaksasi. Kecepatan bernafas dan denyut jantung pun menjadi lebih lambat, disertai penurunan suhu tubuh. Gelombang Delta yang memiliki getaran ter-pelan (0-4 getaran perdetik), mulai dihasilkan pada tahapan ini.
Deep Sleep, merupakan fasa dimana denyut jantung mulai terasa pelan, otak pun secara kontinyu menghasilkan gelombang Delta.
Deepest Sleep. Pada kondisi ini, tubuh sudah benar-benar terbiasa dengan kondisi tersebut, sehingga kita bisa tidur dengan sangat lelap.
Rapid Eye Movement (REM). Pada fasa ini, otak secara simultan memproduksi gelombang Alpha (8-13 getaran perdetik). Nafas lebih cepat, suhu tubuh sedikit meningkat, otot tetap dalam keadaan rileks namun denyut jantung kembali menjadi aktif. Pada saat inilah manusia biasanya mengalami mimpi.
Pertanyaan selanjutnya mungkin sama bagi setiap orang : “Mengapa mimpi dialami pada fase REM?” Sebab saat mengalami REM, manusia dapat menonaktifkan steam otak yang tidak akan pernah di nonaktifkan pada saat manusia beraktivitas. Masih belum puas dan ingin membahasnya lebih lanjut? Sila saja. Pernik ilmu selalu terbuka
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.
Esther
Lalu bagaimana jika mimpi berulang kali terjadi,atau tersambung-sambung.
February 1st, 2008 at 3:50 pm
Esther
Saya juga mau mengucapkan terima kasih.Berkat website ini,wawasan saya semakin bertambah.Segala sesuatu yang ada di sini memang menarik untuk dibaca.
February 1st, 2008 at 3:54 pm
minda
apakah mimpi memiliki arti dalam kehidupan kita?
April 22nd, 2008 at 5:06 pm
» Ketindihan Sewaktu Tidur ~ Blog Archive ~ Pernik Ilmu (Asia Blogging Network)
[…] Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dantahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi. […]
July 24th, 2009 at 11:54 am