You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Mengukur Jarak Planet dari Matahari
Untuk menentukan jarak planet dari Matahari, ada sebuah metode sederhana yang dikenal dengan hukum Titius – Bode. Metode ini ditemukan oleh seorang astronom Jerman yang bernama Johann Daniel Titius pada tahun 1766 dan diperkenalkan oleh rekannya pada tahun 1772, yaitu Johann Elert Bode. Tuliskan sebuah deret 0,3,6,12,24, dan seterusnya, kemudian tambahkan setiap bilangan dengan 4. Hasilnya bagikan dengan 10. Secara matematis, hokum Titius – Bode ini dapat kita tuliskan dengan persamaan sebagai berikut,
r = (n+4)/10 ; n = 0,3,6,12,24, dengan n = deret bilangan r = jarak planet dari Matahari dalam satuan AU
Jika kita perhatikan, 7 angka pertama dari deret Titius – Bode , akan menghasilkan nilai yang hampir mendekati (0,4; 0,7; 1,0; 1,6; 2,8; 5,2; 10,0) dengan nilai sesungguhnya jarak Planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, dan Saturnus dari Matahari (0,39; 0,72; 1,0; 1,52; 5,20; 9,54). Pada nilai 2,8, dikemudian hari, para astronom menemukan sabuk asteroid yang jarak sebenarnya adalah antara 2,2 sampai 3,3 AU dari Matahari.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 11 komentar untuk artikel ini.
Anis
Kabarnya Pluto sudah tidak dianggap sbg planet lagi? Tapi di gambar kok masih ada?
August 12th, 2007 at 12:03 am
Yessi Pratiwi
Terimakasih, Anis.
Kalau melihat sejarahnya, Pluto sebenarnya ditemukan lantaran adanya teori mengenai planet kesembilan dalam sistem tata surya Bimasakti.
Sedangkan jika ditilik dari status Pluto yang memiliki orbit tumpang tindih, maka Pluto tidak lagi memenuhi salah satu parameter planet: harus berada didalam orbit sebuah bintang (dalam hal ini matahari).
Tetapi jika kita lihat lagi dari sejarah dan ksepakatan para astronom, Pluto masih dikelompokkan ke dalam “Planet Kerdil”.
August 13th, 2007 at 10:22 pm
Mulyadi
Boleh nanya ada ide, bagamana menurunkan rumus untuk menghitung jarak benda pada kamera dengan menggunakan perbandingan jarak yang diperoleh dari sensor ultrasonic atau sensor infrared
September 1st, 2007 at 3:18 pm
Yessi Pratiwi
Terimakasih Mas Mulyadi,
Wow! Kalau menentukan jarak bayangan dengan kamera, sudah ada di Buku Fisika, tentunya.
Maaf Mas Mulyadi, saya kurang jelas dengan arah pertanyaannya. Silahkan kirim pertanyaan Anda lebih jelas lagi ke email saya.
Ok
September 1st, 2007 at 11:11 pm
sandoval
Katanya ada planet baru yang ditemukan tahun 2002 dan disebut planet ke-10
November 13th, 2007 at 1:57 pm
wind_okz
?)
November 24th, 2007 at 1:11 pm
fajar
antares adalah galaksi terbesar di jagat berikan ulasannya dong?
June 4th, 2008 at 12:56 am
rudi
kok xena en nibiru gak ada?
June 18th, 2008 at 4:13 pm
anan
bsa tlg jlasin pengklompokkan planet?
September 21st, 2008 at 9:08 am
Rahma
Tw Ga perbedaan model tata surya aristoteles and ptolemaic?
September 28th, 2008 at 3:05 pm
Suhariyanto
Mbak Yessi Pratiwi
Yang dimaksud dengan orbit tumpang tindih itu orbit yang bagaimana ya. seperti yang dimilki oleh planet Pluto. Trimakasiah
November 8th, 2008 at 4:54 pm