You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Ketinggian dan Tekanan Paru-paru
Kebanyakan manusia hidup di daerah yang tingginya sama dengan permukaan air laut. Pada ketinggian ini, manusia menyesuaikan diri dengan tekanan 76 cm Hg. Untuk satu hirupan udara yang dihirup, tekanan 76 cm Hg itu akan mengisi oksigen yang cukup untuk kebutuhan darahnya melalui jalur paru-paru.
Tetapi semakin tinggi suatu daerah, maka tekanan akan berkurang. Pada ketinggian 3000 meter, tekanan turun menjadi 50 cm Hg. Hal ini mengakibatkan turunnya muatan oksigen darah sebesar 15 %. Saat kita mendaki gunung yang tingginya lebih dari 3000 meter, kita harus menggunakan alat bantu pernafasan atau melakukan adaptasi.
Proses adaptasi ini memerlukan waktu sedikitnya 3 minggu. Selama adaptasi tersebut belum maksimal, maka orang tersebut akan mengalami gejala yang disebut dengan penyakit gunung. Gejala penyakit ini hampir sama dengan orang yang berpenyakit asma, yakni terdapat kesulitan dalam mendapatkan oksigen yang cukup. Pada pengambilan Oksigen, senyawa yang dibutuhkan tubuh adalah Hemoglobin. Adaptasi yang baik dapat diamati dari pertambahan hemoglobin di dalam darah.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.