Khazanah Ilmu Bagi Anak
Bagaimana petir bisa terjadi?
Petir umumnya terjadi pada saat awan tebal telah terbentuk. Di dalam awan tebal, terjadi perbedaan suhu yang tajam antara bagian bawah dan bagian atas. Butir air awan bagian bawah yang lebih hangat berusaha berpindah ke atas, dan kemudian di atas menjadi beku, lalu berubah menjadi kristal es. Kristal es lebih berat dari butir air, dan berusaha turun kembali. Kristal es yang turun dan butir air yang naik saling mendesak, sehingga terjadi geseran-geseran yang menimbulkan pemisahan muatan listrik. Air yang naik membawa muatan positif dan es yang turun membawa muatan negatif. Maka terbentuk awan yang mirip dipole listrik, dengan bagian atas terdiri dari kristal es bermuatan positif dan bagian bawah terdiri dari butir air bermuatan negatif.
Ketika tegangan antara ujung awan itu sudah terlalu besar, terjadilah lompatan muatan listrik, yang memiliki energi tinggi. Energi tinggi ini menyalakan udara yang dilewatinya. Inilah yang disebut petir.
Popularity: 14%
This entry was posted by Koen on Friday, June 1st, 2007 at 6:05 pm and is filed under Cuaca. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.
You can leave a response, or trackback from your own site.
There are 4 comments for this entry. Add yours
joe
apakah terjadinya petir ada hubungannya dengan efek galvanis?dimana bila ada loncatan elektron dari - ke + maka diikuti oleh loncatan arus dari + ke -, yang artinya bahwa warna biru pada petir yang slama ini kita lihat adalah loncatan arus bukan loncatan elektron.tolong ditanggapi.
November 23rd, 2007 at 11:35 pm
titin
hai!!!!!!!!!!
May 15th, 2008 at 11:28 am
Jossua
ehm,tolong artikel peirnya lebih lengkap dan sedetail-detailnya donk!!
makasih
August 7th, 2008 at 10:36 pm
gice
bagus juga wawasannya, tks
September 8th, 2008 at 11:44 am