Pernik Ilmu

Khazanah Ilmu Bagi Anak

Petir

Bagaimana petir bisa terjadi?

Petir umumnya terjadi pada saat awan tebal telah terbentuk. Di dalam awan tebal, terjadi perbedaan suhu yang tajam antara bagian bawah dan bagian atas. Butir air awan bagian bawah yang lebih hangat berusaha berpindah ke atas, dan kemudian di atas menjadi beku, lalu berubah menjadi kristal es. Kristal es lebih berat dari butir air, dan berusaha turun kembali. Kristal es yang turun dan butir air yang naik saling mendesak, sehingga terjadi geseran-geseran yang menimbulkan pemisahan muatan listrik. Air yang naik membawa muatan positif dan es yang turun membawa muatan negatif. Maka terbentuk awan yang mirip dipole listrik, dengan bagian atas terdiri dari kristal es bermuatan positif dan bagian bawah terdiri dari butir air bermuatan negatif.

Ketika tegangan antara ujung awan itu sudah terlalu besar, terjadilah lompatan muatan listrik, yang memiliki energi tinggi. Energi tinggi ini menyalakan udara yang dilewatinya. Inilah yang disebut petir.

Popularity: 14%

There are 4 comments for this entry. Add yours

  1. joe

    apakah terjadinya petir ada hubungannya dengan efek galvanis?dimana bila ada loncatan elektron dari - ke + maka diikuti oleh loncatan arus dari + ke -, yang artinya bahwa warna biru pada petir yang slama ini kita lihat adalah loncatan arus bukan loncatan elektron.tolong ditanggapi.

    November 23rd, 2007 at 11:35 pm

  2. titin

    hai!!!!!!!!!!

    May 15th, 2008 at 11:28 am

  3. Jossua

    ehm,tolong artikel peirnya lebih lengkap dan sedetail-detailnya donk!!
    makasih

    August 7th, 2008 at 10:36 pm

  4. gice

    bagus juga wawasannya, tks

    September 8th, 2008 at 11:44 am

Join the discussion. Add your comment.

Comment policy.