You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu » Article: Ayam atau Telur
Mana yang lebih dulu: ayam atau telur?
Spesies-spesies, seperti hewan dan tumbuhan yang ada saat ini, merupakan keturunan spesies-spesies yang telah ada sebelumnya, melalui perubahan yang terjadi sedikit demi sedikit, atau disebut dengan evolusi. Ayam dan burung-burung lain merupakan evolusi dari salah satu spesies dinosaurus. Dalam jutaan tahun, bentuk fisik spesies nenek moyang ayam berubah, dan makin mirip ayam yang kita temui sekarang. Tetapi namanya masih bukan ayam.
Misalnya kita namai spesies terakhir yang menjadi ayam adalah nenek-si-ayam. Hewan ini sudah sangat mirip ayam, dan dapat bertelur seperti ayam. Karena evolusi terjadi secara genetika, maka tidak ada hewan nenek-si-ayam yang berubah menjadi ayam. Namun dari telur-telur hewan nenek-si-ayam itu, menetaslah ayam-ayam yang pertama.
Jadi, jika yang dimaksud dengan telur ayam adalah telur yang jika ditetaskan menjadi ayam, maka telur ayam (yaitu telur yang dikeluarkan nenek-si-ayam dan ditetaskan menjadi ayam) lebih dulu ada daripada ayam. Tetapi jika telur ayam didefinisikan sebagai telur yang dikeluarkan dari ayam, maka ayam lebih dulu ada daripada telur ayam, dan ayam pertama ini ditetaskan dari telur yang dinamai telur nenek-si-ayam.
Jawaban satu kata? Telur.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 22 komentar untuk artikel ini.
bee
Wah, masih percaya sama evolusi? Sementara di barat sendiri teori ini semakin lama semakin dipertanyakan keabsahannya secara ilmiah.
June 7th, 2007 at 10:36 pm
Koen
@Bee: Alhamdulillah, kita tidak hidup di barat. Jadi, selama saya masih boleh mengasuh halaman ini, biarlah teori evolusi dan teori kuantum tetap digunakan, dan teori string tetap dipertanyakan :).
June 8th, 2007 at 8:22 am
RIO
Sains membutuhkan pembuktian dan reproduksibilitas. Teori evolusi sampai hari ini tidak ada satupun bukti yang akurat. Dan jelas tidak mungkin bisa dilakukan ulang. Jadi evolusi bukanlah ilmu pengetahuan tapi merupakan suatu kepercayaan. Evolusi adalah kebohongan terbesar abad 2o, di mana saat itu belum ada mikroskop elektron. DNA juga belum ditemukan. Ilmu astronomi dan geologi juga belum semaju sekarang. Andaikan Darwin mengemukakan teori itu di abad 21 ini, maka bukunya akan segera ditaruh di rak SCIENCE FICTION.
Bila ada yang mau percaya evolusi, monggo. Tapi kalau memasukkan teori evolusi dalam buku pelajaran sains atau biologi adalah kesalahan yang tak termaafkan. Itu akan merusak mental dan pola pikir anak-anak sekolah.
Bagi orang yang beragama, jangan pernah berpikir bahwa kita ada karena reaksi kimia yang kebetulan terjadi milyaran tahun silam.
June 8th, 2007 at 9:30 pm
bee
@Koen: Percaya atau tidak pada teori evolusi bukan masalah barat dan timur, tapi masalah keilmiahan. Sudah terlalu banyak bukti yg menyatakan teori Darwin ini tak lebih dari imajinasi dia saja, tanpa dukungan data/fakta ilmiah yg kuat. Ah, tentu mas Koen lebih tau dari saya. Bagaimana tanggapan mas Koen thd karya2 Harun Yahya? Kalo boleh tau.
Personally, saya masih lebih bisa menerima teori string (krn belum bisa dibuktikan benar atau salahnya) daripada teori evolusi.
June 9th, 2007 at 2:12 am
dhani
@bee: Teori evolusi memang belum final. Masih ada missing link yang masih belum terpecahkan. Tapi itu bukan berarti teori evolusi 100% salah dan harus diruntuhkan hingga ke fondasinya. Para ilmuwan tidak berhenti sebatas meng-Amini teori evolusi, lantas selesai. Teori evolusi setidaknya membuka jalan untuk menuju suatu kebenaran ilmiah yang masih terus kita telusuri hingga saat ini.
Sementara itu Harun Yahya hanya menawarkan solusi simplistis: teori evolusi adalah salah, seluruh mahluk hidup tercipta seketika tanpa melalui tahapan atau proses apapun, selesai. Mandek!
June 10th, 2007 at 12:03 am
bee
Sependek yg saya tau, tidak hanya missing link yg belom terpecahkan. Bahkan sampe sekarang belom ada satu pun (!) bukti yg mendukung teori evolusi. Bahkan beberapa scientist masih mempertanyakan apakah evolusi layak dianggap sebagai teori, mengingat semua dasarnya berangkat dari asumsi (Darwin).
Dan Harun Yahya, sebagai seorang scientist, juga tidak akan gampang menjatuhkan sebuah teori tanpa disertai fakta ilmiah. Saya masih percaya Harun Yahya tidak sebodoh itu.
June 10th, 2007 at 4:45 pm
dhani
Semua teori berangkat dari asumsi (dalam metodologi ilmiah disebut sebagai ‘hipotesis’). Sebaliknya bantahan Harun Yahya (HY) thd teori evolusi berangkat dari prejudice. Setidaknya dalam hal ini Darwin lebih ilmiah dari HY.
HY bukan ilmuwan, setidaknya dia tidak punya background dalam bidang yang sering disorotnya: biologi evolusioner. Sejauh ini apa yang dilakukan HY hanyalah merangkum pikiran dan pendapat ilmuwan lain (yang sebagian diantaranya sebenarnya tidak kredibel), dan langsung meloncat ke kesimpulan tentang kekeliruan teori evolusi. Sebaliknya Darwin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk melakukan pengumpulan data (antara lain dalam pelayaran dengan HMS Beagle, terutama di pulau Galapagos) sebelum menelurkan teori evolusi.
Masalahnya sekarang bukan apakah teori evolusi itu benar atau salah, melainkan metodologi yang digunakan, baik oleh Darwin maupun HY. Kalau dianalogikan, Darwin hanyalah merintis jalan untuk menuju pemahaman terhadap asal usul spesies di Bumi. Jalan ini masih belum jelas kemana akan berujung. Para ilmuwan masih terus menelusuri jalan ini, selangkah demi selangkah untuk menemukan ujungnya. Sebaliknya HY dkk langsung memvonis bahwa jalan yang dirintis Darwin adalah jalan buntu, dan kemudian secara sepihak menaruh tanda “dilarang masuk” di mulut jalan.
June 10th, 2007 at 6:04 pm
Koen
Syukur ada Mas Dhani. Makasih ya :). Mas Bee tentu bisa melihat pendapat saya tentang Yahya di blog pribadi saya, juga tentang Dawkins dan lainnya. A.l. saya sampaikan bahwa para kreationis tidak harus dianggap identik dengan seluruh umat beriman yang mempercayai penciptaan; seperti kaum komunis tidak harus dianggap identik dengan seluruh orang yang menginginkan keadilan sosial. Saya terus berharap agar olok2 Dawkins dkk tentang umat beragama tidak kita perkuat dengan menunjukkan kebutaan kita akan fakta2 sains. Karena itu kita akan terus paparkan satu demi satu. Tentu tidak sekaligus. Ditunggu sampai selesai ya :).
June 10th, 2007 at 11:08 pm
bee
Terima kasih buat mas Dhani dan mas Koen, yg sudah mau repot2 menanggapi komentar2 saya. Saya juga tidak menganggap kreasionis dan evolusionis sbg pertentangan antara beriman dan tidak beriman. Sayang sekali memang, banyak yg menarik perbedaan ini ke zona non-ilmiah (agama). Saya juga tidak akan bersifat dogmatis terhadap teori penciptaan. Kalau memang kemudian saya melihat teori evolusi benar2 sesuai dgn teori ilmiah, tentu saya harus mengevaluasi pandangan saya terhadapnya, juga terhadap teori penciptaan. Nampaknya saya memang masih perlu banyak belajar.
Mudah2-an perbedaan pandangan seperti ini tidak menciptakan “benteng” yg tidak perlu ada.
Saya tunggu artikel2 mas Koen dan mas Dhani selanjutnya.
June 11th, 2007 at 11:02 pm
dhani
Insya Allah, saya juga berharap demikian. Sayapun minta maaf kalau tanggapan saya terasa terlalu “menohok”. Kita disini juga sedang sama2 belajar koq :).
June 12th, 2007 at 12:26 am
moodyman
Ikut comment ya…
Mengenai teori evolusi? Saya tidak tahu apakah yang lain pernah mendapat kuliah Evolusi, tp saya pernah, 3 sks lagi. Menurut saya, bukti-bukti yang dikemukakan oleh Darwin dan pendukung-pendukungnya (Dawkins, Leakey, etc.) berdasarkan dari bukti-bukti fosil yang ditemukan. Kalau menurut ilmu pengetahuan sah-sah saja. Menurut saya pribadi, evolusi makhluk hidup selain manusia memang terjadi, karena terlihat suatu pattern perubahan dari satu spesies ke spesies lain, dan hal tersebut hanya bisa dijelaskan dengan teori evolusi. Namun apabila berbicara tentang teori evolusi manusia, saya angkat tangan. Terlalu banyak gap yang gak keisi oleh teori tersebut, antara lain masalah berdiri dengan 2 kaki, masalah pembesaran otak, dan lain sebagainya. Jadi menurut saya manusia memang special creation yang khusus diciptakan oleh Tuhan. Sedangkan makhluk hidup lainnya diciptakan Tuhan secara bertahap menurut tuntutan lingkungan. Ingat, yang mengatur lingkungan adalah Tuhan, iya kan??
June 18th, 2007 at 8:14 pm
HISYAM
SALAH BESAR!~!!
Yang duluan PASTI AYAM.
Lha kalau tidak, siapa dong yang MENGERAMI TELUR sehingga bisa lahir si anak ayam..?
Tul nggak??
July 3rd, 2007 at 2:27 am
Yoshua
Jawabannya Bukannya: AYAM ????
Yang benar itu, AYAM, soalnya waktu Tuhan ciptain bumi dan segala isinya, Tuhan gak ada tuh.. ciptain TELUR, yang ada: Tuhan menciptakan AYAM (Binatang di darat).. Baru kemudian, AYAM BERTELUR….NAh lo…
August 10th, 2007 at 3:54 pm
mie_mie_n
membicarakan masalah evolusi banyak pertanyaan yang muncul dalam benak saya. diantaranya adalah:
Menurut buku sejarah manusia pada mulanya adalah evolusi dari kera yang dari waktu kewaktu berubah hingga menjadi wujud manusia yang sekarang ini. Padahal dalam al_quran jelas disebutkan kalau manusia adalah keturunan nabi adam as, yang menjadi inti pertanyaan dalam benak saya adalah apakah nabi adam itu wujudnya seperti monyet??? padahal dalah al-quran diterangkan kalau nabi adam adalah manusia yang wujudnya sudah sempurna.
August 27th, 2007 at 3:17 pm
ernam
kalo menurut saya “mana yang lebih dulu antara ayam dengan telur”, jawabnya pasti ayam.
kecuali kalo pertanyaannya “mana yang lebih dulu antara telur dengan ayam”, jawabnya pasti telur.
ya… liat aja yang aman yang lebih dulu disebutkan…
gampangkan…?
September 5th, 2007 at 1:15 pm
raa
perdebatan yang cukup menarik.
Tentang evolusi.
Susahnya sekarang definisinya telah berkembang.
Bagaimana dengan anda sekalian?
Bagaimana dengan tingkat populasi terjadi evolusi?
Percaya tidak ?
Makasih
Raa
November 20th, 2007 at 2:41 pm
rere
trus teori evolusi tu benar gak??? untuk makhluk hidup selain manusia kayaknya ada benarnya.bukankah fenotip maklhuk hidup itu merupakan interaksi antara gen dan adaptasi terhadap lingkungan, seperti burung di galapagos. kalau telur ma ayam, menurutku duluan ayam.ayam terbentuk karena proses adaptasinya terhadap lingkungan. bentuk paruh,kaki, dan tubuhnya, merupakan hasil adaptasi terhadap lingkungan.kemudian dia bertelur, itu merupakan proses perbanyakan diri. kemungkinan juga dari perkawinan 2 aves yang menghasilkan spesies ayam.ingat istilah bastar atau persilangan, benar-benar kita dapatkan individu yang beda dari induknya.kemudian dia akan memperbanyak anggotanya melalui telur. menurut kalian gimana????
May 19th, 2008 at 6:00 pm
Srintil si Ronggeng dukuh Paruk
saya yang paling tidak pusing mikirin evolusi. karena saya tidak percaya agama, kurang begitu yakin kalau tuhan itu ada (meski untuk urusan siapa yang menciptakan ayam dan telur pertama, daripada pusing nyari oknumnya, bilang aja tuhan). juga tidak percaya penuh teori darwin, meski ada benarnya.
pusing, amat. sekarang hidup aja yang bener, work hard, play hard, jadi orang yang jujur, enjoy your life. Niscaya, telur atau ayam yang pertama…. it doesnt matter. Hehe…
July 19th, 2008 at 2:02 pm
Jedi andromeda
Evolusi? Jadi ingat film water world di mana manusia berevolusi memiliki kaki seperti katak, itu cuma cerita fiksi namun bagi saya dunia memang berubah, kita tidak perlu melihat evolusi dalam bentuk jasmani karna di perlukan waktu ratusan tahun untuk pembuktian, kita lihat saja evolusi dalam hal moral di mana orang yang memposting di atas saya telah berevolusi menjadi atheis, mungkin kelak keturunannya sama sekali tidak akan percaya tuhan dan saat itulah bukti bahwa missing link telah di temukan, alias manusia setengah hewan.
September 8th, 2008 at 7:36 am
Myth73
Saya sepakat ama Joshua n Hisyam. Yang bener itu duluan AYAM, Tepatnya ALLAH itu menciptakan sepasang AYAM, JANTAN n BETINA. dari keduanya terciptalah telur.
Kalo ALLAH menciptakan telur dulu, trus yang ngeram tu telur sapa??? Malaikat???
ha..ha..ha
September 16th, 2008 at 7:48 pm
yuli,amar,siah
menurut kami penciptaan manusia itu berasal dari setetes air mani,tak peduli kata orang, yang penting kami ada yang menciptakan, yaitu ALLAH SWT tapi diamanahkan melalui orang tua yang kami sayangi n kami cintai hehehe… I LOVE YOU UMI N ABI mUaCh.
January 23rd, 2009 at 11:13 am
hazeleyed
interesting!
July 12th, 2009 at 4:23 pm