You're here: My Science Blogging » Pernik Ilmu
Artikel pertama di blog Pernik Ilmu ini berjudul Mengapa Langit Biru :). Tapi kita tahu langit berwarna biru hanya di siang hari yang cerah. Di malam hari langit berwarna gelap. Mengapa langit malam gelap?
Mula-mula kita akan berpikir bahwa tentu saja malam hari gelap karena matahari tidak tampak. Namun kita tahu bahwa matahari hanyalah satu buah bintang, sementara terdapat jutaan, miliaran, bahkan triliunan bintang-bintang lain di semesta. Galaksi kita memiliki 200 miliar bintang, dan semesta berisi lebih dari 100 miliar galaksi. Sebagian besar di antara bintang-bintang itu memancarkan cahaya. Seharusnya cahaya dari semua bintang itu cukup untuk membuat langit tetap cerah di malam hari!

Beberapa ilmuwan sempat membayangkan bahwa mungkin ada debu-debu atau partikel-partikel di ruang hampa antar galaksi yang dengan cara tertentu akan menyerap cahaya. Namun hipotesis ini menghasilkan masalah baru. Jika debu-debu angkasa itu menyerap energi cahaya, energi itu akan tersimpan dalam jumlah yang makin besar, dan akan harus dipancarkan kembali dalam bentuk cahaya dan panas seperti bintang-bintang itu lagi.
Di abad ke-20, mulai ada penemuan-penemuan yang membuat kita lebih memahami semesta kita. Bintang-bintang yang jauh, biarpun berukuran energi yang sama, tampak lebih merah daripada bintang-bintang yang relatif lebih dekat. Ini cukup menarik. Kalau kita ingat spektrum cahaya, warna merah adalah warna dengan panjang gelombang terbesar. Memerahnya bintang-bitang yang jauh membuat para ilmuwan menduga bahwa bintang-bintang itu bukan hanya jauh, tetapi terus menjauh dari kita.
Coba ingat efek yang disebut efek Doppler. Pada saat sebuah mobil bergerak kencang mendekat ke arah kita, suara desisnya meninggi. Tetapi saat mobil itu telah melewati kita, dia akan menjauh, dan suara desisnya merendah. Panjang gelombang suara mobil yang mendekati kita memendek, dan panjang gelombang suara mobil yang menjauhi kita memanjang. Namun efek Doppler tidak hanya berlaku pada gelombang suara. Efek ini berlaku juga pada gelombang cahaya, jika gerak sumber-sumber cahayanya cukup tinggi. Lalu para ilmuwan mulai berdebat: mengapa bintang-bintang itu menjauhi kita? Debat panjang para fisikawan dan kosmolog ini menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang turut mewarnai revolusi fisika di abad ke-20.
Inti kesimpulannya: alam semesta kita tidak diam, melainkan mengembang. Karena semesta mengembang, maka galaksi-galaksi yang ada di dalamnya terus menjauh. Karena bintang-bintang saling menjauh, maka cahaya bintang-bintang itu memanjang saat melintasi ruang-ruang hampa antar bintang.
Namun jika alam semesta mengembang, maka artinya di zaman dahulu semesta ini berukuran lebih kecil daripada sekarang. Dan dari banyak kesimpulan ini kemudian ditarik kesimpulan besar: alam semesta ini pernah lahir dari satu titik saja, yang kemudian disebut dengan big bang.
Big bang bisa jadi cerita panjang dan menarik. Tapi kita sedang berfokus hanya pada langit malam yang gelap. Maka dari ulasan di atas, kita catat beberapa faktor yang membuat malam kita menjadi gelap (tetapi tetap indah):
Hanya dengan mencari faktor-faktor yang menyebabkan langit malam gelap, kita akhirnya dapat memahami sejarah semesta kita, bagaimana semesta dilahirkan, dan bagaimana semesta kita masih terus berkembang.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Suatu sore yang syahdu, haha. Saya masih ingat, tanah kelahiran saya di daerah Balige (Sumatra Utara) adalah tempat yang sangat asri. Banyak jenis tumbuhan maupun hewan yang bisa dengan mudah saya jumpai; mulai dari tumbuhan liar yang ternyata dijadikan lalap makanan oleh orang Sunda, hingga hewan-hewan kecil yang ternyata susah ditemukan di kota.
Salah satu hewan yang paling saya suka saat masih di Balige adalah Capung. Kalau sekarang sih, menemukan capung bukanlah hal yang terlalu sulit di Bandung, tapi nggak gampang juga. Nah, kalau lagi beruntung menemukan capung, amati deh kebiasaannya. Capung ini suka berendam di air lho. Tapi uniknya, yang direndam bukannya mulutnya (kita kan berpikir doi sedang minum), melainkan perutnya.
Selidik punya selidik, ternyata yang sedang dilakukan oleh capung tersebut adalah meletakkan telur-telurnya. Well, capung betina akan meletakkan telur-telurnya ke dalam air, dimana kemudian telur-telur tersebut akan menetas menjadi larva. Kadang, capung juga memasukkan telur-telurnya ke dalam batang tumbuhan air yang terendam, atau kadang dioleskan ke atas permukaan air.
Sekali peletakan, capung betina bisa meletakkan sekitar 300 telur. Beberapa raus capung betina bahkan bisa jadi meletakkan telur-telur mereka di tempat yang sama. Bisa dibayangkan, jika satu ekor capung meletakkan 300 telur dan ada ratusan capung yang meletakkan telur, ada berapa ya semua telur yang diletakkan? Tentu saja jumlah ini akan menutupi sebagian wilayah perairan. Betulkah? Mungkin saja, tapi pasti si Capung juga memiliki pertimbangan, daerah perairan mana yang mau dia jadikan sebagai tempat meletakkan telur. Daerah yang jauh dari jangkauan manusia dan jarang diusik, misalnya
Gambar : chafunk
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Mungkin diantara temen-temen ada yang pernah mengalami “Ketindihan” sewaktu tidur. Banyak orang yang lantas menganalogikannya sebagai gangguan mahluk asing, setan, dll. Dooh, hari gini masih berpikiran klenik? Dunia kedokteran punya istilahnya : Sleep Paralysis. Penasaran? Yuk kita bahas!
Gejala yang awam dirasakan oleh orang yang pernah mengalaminya adalah terbangun dari tidur, tapi sulit bergerak ataupun berteriak. Rasanya ada yang menindih tubuh kita, tapi kita nggak bisa berbuat sesuatu untuk minta tolong. Biasanya, akan ada sedikit rasa dingin menjalar dari ujung kaki ke seluruh tubuh. Untuk bisa bangun, satu-satunya cara adalah menggerakkan ujung kaki, ujung tangan atau kepala sekencang-kencangnya hingga seluruh tubuh bisa digerakkan kembali. Begitu kan? Seram ya! Tapi, seperti biasa, tolong hilangkan dulu keercayaan kalau kamu sedang diganggu mahluk halus
Sleep Paralysis
Menurut medis, keadaan ketika orang akan tidur atau bangun tidur merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan sulit bergerak dan sulit berteriak disebut sleep paralysis alias tidur lumpuh (karena tubuh tak bisa bergerak dan serasa lumpuh). Hampir setiap orang pernah mengalaminya. Setidaknya sekali atau dua kali dalam hidupnya.
Sleep paralysis bisa terjadi pada siapa saja, lelaki atau perempuan. Dan usia rata-rata orang pertama kali mengalami gangguan tidur ini adalah 14-17 tahun. Sleep paralysis alias tindihan ini memang bisa berlangsung dalam hitungan detik hingga menit. Yang menarik, saat tindihan terjadi kita sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Tak heran, fenomena ini pun sering dikaitkan dengan hal mistis.
Di dunia Barat, fenomena tindihan sering disebut mimpi buruk inkubus atau old hag berdasarkan bentuk bayangan yang muncul. Ada juga yang merasa melihat agen rahasia asing atau alien, hahaha. Lucunya! Sementara di beberapa lukisan abad pertengahan, tindihan digambarkan dengan sosok roh jahat menduduki dada seorang perempuan hingga ia ketakutan dan sulit bernapas.
Kurang Tidur
Menurut Al Cheyne, peneliti dari Universitas Waterloo, Kanada, sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM).
Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (kita masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dantahap REM. Pada tahap inilah mimpi terjadi.
Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya. Jadi, dari keadaan sadar (saat hendak tidur) ke tahap tidur paling ringan, lalu langsung melompat ke mimpi (REM).
Ketika otak mendadak terbangun dari tahap REM tapi tubuh belum, disinilah sleep paralysis terjadi. Kita merasa sangat sadar, tapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi adanya halusinasi muncul sosok lain yang sebenarnya ini merupakan ciri khas dari mimpi.
Selain itu, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol. Akibatnya, muncul stres dan terbawa ke dalam mimpi. Lingkungan kerja pun ikut berpengaruh. Misalnya, kamu bekerja dalam shift sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak, atau sedang dalam masa-masa begadang menyelesaikan tugas kuliah. teratur.
Harus Bagaimana?
Meski biasa terjadi, gangguan tidur ini patut diwaspadai. Pasalnya, sleep paralysis bisa juga merupakan pertanda narcolepsy (serangan tidur mendadak tanpa tanda-tanda mengantuk), sleep apnea (mendengkur), kecemasan, atau depresi. Jika kamu sering mengalami gangguan tidur ini, sebaiknya buat catatan mengenai pola tidur selama beberapa minggu. Ini akan membantu kamu mengetahui penyebabnya. Lalu, atasi dengan menghindari pemicu. Bila tindihan diakibatkan terlalu lelah, coba lebih banyak beristirahat.
Kurang tidur pun tidak boleh dianggap remeh. Jika sudah menimbulkan sleep paralysis, kondisinya berarti sudah berat. Segera evaluasi diri dan cukupi kebutuhan tidur. Usahakan tidur 8-10 jam pada jam yang sama setiap malam.
Perlu diketahui juga, sleep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi telentang (wajah menghadap ke atas dan hampir nyenyak atau dalam keadaan hampir terjaga dari tidur). Itu sebabnya, kita perlu sering mengubah posisi tidur untuk mengurangi risiko terserang gangguan tidur ini.
Nah, jika tindihan disertai gejala lain, ada baiknya segera ke dokter ahli tidur atau laboratorium tidur untuk diperiksa lebih lanjut. Biasanya dokter akan menanyakan kapan tindihan dimulai dan sudah berlangsung berapa lama. Catatan yang telah Anda buat tadi akan sangat membantu ketika memeriksakan diri ke dokter.
Udah tau kan sekarang? Makanya sering-sering buka Pernik Ilmu
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Kenapa warna awan berubah-ubah, dan nggak sama? Apa sih yang menentukan warna awan?
Warna awan sangat dipengaruhi oleh Matahari, bisa juga dipengaruhi oleh warna awan sekitarnya. Lha koq?
Sebenarnya, semakin tebal awan, semakin gelap warnanya. Bila sinar Matahari menimpa awan, air di dalam awan dapat memantulkan sinar Matahari atau menyerapnya. Efeknya akan menipiskan atau mencairkan kekuatan cahaya Matahari yang menembus awan.
Warna asli awan adalah putih. Jadi, jika panjang gelombang sinar tampak dari Matahari, di dalam spektrum sinar Merah hingga Lembayung, sinar tersebut akan terpencar secara merata, menghasilkan sinar putih. Jadi, jika awan tidak menutupi Matahari, warnanya akan putih.
Nah, warna awan bisa berbeda-beda karena kadang-kadang partikel-partikel di dalam atmosfer dan sudut lintasan yang dilalui sinar Matahari dapat menghasilkan penyebaran panjang gelombang, sehingga partikel-partikel warna tertentu, misalnya warna emas, menonjol di awan. Jika warna awan biru, berarti warna biru yang paling banyak dihamburkan.
Ohya, gambar langitnya saya yang jepret lho
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Mengapa Air Laut Tidak Membeku?
Bu guru bilang, suhu pembekuan tetesan airadalah sekitar 1 derajat, untuk setiap 75 satuan tekanan yang disebut atmosfer. Apakah dengan ini kita bisa menyatakan bahwa titik beku juga akan berubah karena tekanan? Apakah tekanan akan mempengaruhi titik beku air?
Yuk ikuti ceritanya sampai akhir!
Air di laut tidak membeku tidak membeku, disebabkan oleh beberapa faktor. Disamping tekanan, faktor salinitas dan panas juga mempengaruhinya. Air laut merupakan air garam, dimana garam turut serta dalam proses pembekuan. Tetapi, pada kedalaman satu mil, terdapat panas yang berasal dari dalam Bumi yang perlu dipertimbangkan, karena tentu saja, tidak bisa diabaikan.
Pada tekanan normal atmosferik, air membeku pada suhu 32 derajat. Namun ketika air termampatkan hingga sekitar 20.000 atmosfer dan mengalami pendinginan, terbentuk berbagai jenis es dengan susunan molekul dan ikatan antara atom-atom Hidrogen dengan Oksigen yang berbeda-beda, sehingga bentuknya berbeda, tergantung kepadatannya.
Diadaptasi dari Buku Pintar Karangan C. Claiborne Ray. Sumber Gambar : assahabBlog
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Kita sering mendengar, kalau tersesat di hutan atau dimana pun dimana kita nggak tahu arah, gunakanlah kompas. Namanya juga alat penunjuk arah, seketika alat ini akan menunjukkan arah Utara, sehingga kita dapat mengetahui arah mata angin lainnya.
Ups, ngomong-ngomong, kita nggak sedang membicarakan Koran Kompas ya
Andaikan pemikiran usil kamu itu datang. Dan kali ini, terbersit pertanyaan, “Apakah jarum kompas tetap akan menunjukkan ke Utara, seandainya bidang magnet Bumi berubah arah?”
Jarum kompas adalah sebuah magnet kecil yang sejajar dengan garis-garis bidang magnetik Bumi; dimana garis-garis imajiner ini berkumpul di Greenland. Jika terjadi perputaran mendadak seketika pada bidang magnet Bumi, bidang-bidang magnetik tersebut akan berubah, dan Kutub Utara jarum kompas akan mencoba sejajar dengan Kutub Selatan dari magnet Bumi. Jadi, jawabannya? Simpulkan sendiri ah
Sumber Gambar : dirgantara-lapan
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Biasanya, kalau makan pedas, jarang sekali kita bisa makan sedikit. Pengen nambah dan nambah lagi. Sepakat nggak sih? Aha! Apalagi kalau makanannya enak menggoyang lidah. Perut yang tadinya kosong pun diisi dengan aneka rasa, aneka makanan.
Kalau perut sudah terasa kenyang, nggak lama kemudian biasanya kita merasakan adanya kontraksi dari dalam. Saya menyebutnya sebagai bokshow, alias boker show. Hahaha. Begitulah, apapun istilahnya buat orang yang buang hajat.
Saat kontraksi di perut semakin terasa, ada baiknya kita nggak menunda-nunda ke kamar mandi. Kenapa ya? Tentu saja ada alasannya. Nggak lain nggak bukan, karena kandungan tinja itu sendiri. Hei, memangnya, komposisi tinja itu apa aja sih? Kita bahas itu aja yuk! Jangan merasa jijik dulu yah
Jadi, umunya, kita akan mengeluarkan tinja sebanyak 150 - 300 gram tinja per hari. Yah, berarti 0.15 - 0.3 kg gitu deh. Setiap 1 gramnya sendiri mengandung 300 - 500 milyar mikroorganisme. Jumlah kuman dalam satu gram kotoran setara dengan 100 kali jumlah penduduk dunia. Wow, angka yang dahsyat bukan?
Itu dari segi mikroorganismenya. Kalau dari kandungan airnya, pada tinja yang segar/basah, 70% terdiri atas air. Jika tinja tersebut dikeringkan maka berat bakteri hampir sekitar 1/2 dari berat tinja. Sisanya berupa sisa sayur mayur, sedikit lemak, sel epitel yang rusak dan unsur-unsur lainnya. Jadi tidak semua bagian tinja adalah sisa-sisa makanan, karena sisa-sisa makanan hanya sekitar (sederhananya) 10 - 15% dari total tinja.
Nah, ngomong-ngomong soal bau tinja, ternyata kita bisa mengatur bau tinja yang kita inginkan. Bagaimana caranya? Ya dengan mengatur asupan makanan yang kita konsumsi. Tinja yang berbau busuk, dihasilkan oleh diet yang kaya daging terus menerus. Hal ini diakibatkan oleh berbagai jenis protein dihancurkan oleh bakteri pembusuk menjadi amonia, indole, skatole dan hidrogen sulfida. Hasilnya tinja berbau seperti telur busuk (rotten eggs). Diet yang kaya zat tepung atau serat, menyebabkan bakteri lactic acid memproduksi asam laktat dalam jumlah yang besar, dan tinja pun menjadi asam.
Makanya, kalau sakit perut, mending langsung ke belakang aja yah
Sumber Gambar : onclinic
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Artikel saya tentang evolusi ternyata menuai banyak kritikan, pertanyaan, maupun jawaban. Beberapa malah mengungkapkan evolusi menurut perspektifnya masing-masing, dari kacamata yang sedikit kontradiktif ; antara agama dan sains. Pertentangan terjadi sana sini, argumen seperti apapun rasanya nggak bis menunjukkan benang merah dari masalah yang sedang dibahas. Bagaimana kalau sekarang kita lihat Evolusi sebagai bagian dari Teori Peluang? :)
Sejujurnya, ide diatas bukan ide saya. Seorang teman pernah menuliskan ini sebelumnya, dan saya menemukan hal yang menarik. Dia mengemukakan bahwa kehidupan yang kita jalani sekarang–organisme hidup di Bumi, tubuh manusia dibentuk oleh jutaan sel, bentuk tubuh manusia modern–berhubungan dengan teori peluang.
Teori peluang itu sendiri, berhubungan dengan 3 proses, yakni : Perubahan
(mutasi dan sejenisnya), Replikasi, dan Seleksi. Dari ketiga proses ini, yang bekerja
secara random hanya bagian perubahan (mutasi). Replikasi bekerja menurut kode
genetik; kita tau kode ini tersusun dalam rantai DNA, yang bersifat unik dan mengandung informasi spesifik. Sedangkan seleksi alam mengambil peran sebagia penentu, apakah suatu makhluk hidup dapat meneruskan keturunannya atau tidak. Kemudian, proses seleksi bukanlah suatu proses yang random. Oleh karena itu, dikenal istilah, “Random mutation followed by non-random selection” dalam teori evolusi.
Bagaimana bisa?
Teman saya ini, melakukan pembuktian secara empiris dengan kartu. Well, saya nggak perlu menjelaskan kenapa teori peluang menggunakan kartu memang jadi pilihan yang paling banyak digunakan :-p
Begini prosesnya.
Ambil 26 kartu remi. Misalkan saja 13 kartu Hati dan 13 kartu Keriting. Jika keduapuluh enam kartu ini dikocok, berapa besar peluang kemunculan bahwa kartu tersebut memiliki urutan sebagai berikut: As, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, J, Q, K (Hati) dan dilanjutkan dengan As, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, J, Q, K (Keriting) ?
Hasilnya akan kita peroleh dalam bilangan yang sangat kecil sekali :
Peluangnya = (1/26! ) = (1/26 x 1/25 x 1/24…x1/2 x 1/1) (angkanya sangat kecil)
Jika kita ingin mendapatkan hasil berurutan seperti itu, maka diperkirakan kita harus melakukan percobaan tersebut selama 26! (dua puluh enam faktorial) kali.
Nah, untuk prinsip random mutation followed by non-random selection, ceritanya akan seperti ini. Seusai kartu dikocok, kartu dijejerkan. Kartu yang menempati tempat yang benar, dikeluarkan dari tumpukan kartu. Sisanya dikocok kembali. Begitu terus sampai seluruh kartu menempati tempat yang benar.
Teman saya sudah melakukan percobaan ini beberapa kali. Untuk mendapatkan 26 kartu berurutan, paling banyak (maksimal) dibutuhkan pengocokan dan penjejeran kartu sebanyak 40 kali, dengan nilai minimal 26 kali. Berarti, dengan non-random selection itu, telah terjadi peningkatan peluang dari 1/26! (1 dibagi 26 faktorial) menjadi 1/40 atau 0,025. Tentu saja, dibandingkan dengan perhitungan sebelumnya, ini adalah suatu peningkatan peluang yang menakjubkan.
Begitulah kemudian Wisnu memberikan konklusinya, sehingga ia mengatakan kalau evolusi bisa jadi juga mengikuti teori peluang. Bagaimana menurut Anda?
Gambar : dicedealer
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Hai! Lagi pada libur begini, ada yang lagi jalan-jalan ke pantai nggak? Asik juga lho, refreshing dan recharging energi selama liburan dengan jalan-jalan ke pantai. Selain kita bisa menikmati pemandangan yang nggak biasa kita temuin di tengah kesibukan sehari-hari, merasa lebih segar, kita juga makin dekat dengan alam. Ya kan?
Tapi, kalau memang ada yang berencana jalan ke pantai, hati-hati yah! Jangan sampai terpisah dari rombongan! Mau tau kenapa? Mau tau kenapa?
Karena di pantai ada beberapa hewan yang tampak ucu, tapi bisa mematikan. Layaknya anak kecil yang mudah excited dengan banyak hal-hal baru, mungkin rasa ingin tahu kalian akan mendorong kalian untuk lebih dekat menyentuh hewan yang terlihat lucu misalnya. Apa saja hewan pantai yang harus kita hindari?
The Cone Snail
Hewan yang satu ini punya bentuk yang indah. Menggemaskan, tepatnya. Siapa yang nggak pengen menyentuhnya dan membawanya pulang?
Tapi, scone snail ini punya senjata yang sangat berbahaya lho. Bagian ujung pangkal mulutnya bisa menembakkan sengat berupa racun yang sangat mematikan. Korban akan mengalami malfungsi syaraf, dimana tidak ada bagian tubuh yang bisa digerakkan, kemudian meninggal hanya dalam 4 menit.
Poison Arrow Frog
Namanya saja sudah mengandung racun
Kodok yang bisa melompat hingga 2 meter ini mempunyai senjata mematikan di kelenjar kulitnya. Jangan coba-coba sentuh yaaa!
The Lazy Clown
Hewan yang mirip duri pohon ini hidup di hutan Amazon, di selatan Brazil. Namanya Taturana Tatarana. Lucu yah? Tapi sayang , ternyata hewan ini nggak selucu namanya, karena dia punya ratusan duri pada tubuhnya, yang menyimpan racun mematikan dan mengandung Anti-coagulant buat darah kita. Hampir dapat dipastikan bahwa hewan ini telah memakan belasan korban setiap tahunnya.
Beaked Sea Snake
Ular laut ini bisa kita jumpai di Kepulauan India dan Asia, pantai-pantai daerah India, atau sekitar Teluk Persia. Nama ilmiahnya Enhydrina schistosa. Lucunya, warga Singapore dan Hongkong suka menjadikan hewan ini sebagai lauk, padahal hewan ini punya racun yang bisa membuat kamu tidur bersama ikan-ikan di laut untuk selamanya, hehehe :-p
Stone Fish
Nah, kalau hewan yang satu ini, bentuknya menyerupai batu. Cukup berdiam diri di dasar laut, dan siap meracuni siapa saja yang menyentuhnya dengan duri-duri yang terletak hampir di seluruh bagian tubuhnya. Kabarnya, racun dari hewan ini akan sangat menyiksa korbannya, sehingga si korban merasa lebih baik mengamputasi bagian tubunya yang terkena racun tersebut. Wah, sangat mengerikan ya?
Box “Coffin” JellyFish
Kalau ubur-ubur yang satu ini, ada di film “7 Pounds” yang dibintangi Will Smith. Dalam film itu, diperlihatkan bagaimana Will Smith mengakhiri hidupnya dengan membiarkan dirinya digigiti oleh Jellyfish. Hewan ini memiliki 24 pasang mata dan tentakel yang mengandung ribuan dosis nematocysts. Dengan ribuan jarum-jarum racun yang menusuk tubuh di seluruh bagian, hampir dapat dipastikan bahwa hewan ini akan membunuh hanya dalam hitungan detik.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Jika Bumi terus berputar, mengapa atmosfer nggak hilang ke ruang angkasa? Apa Atmosfer tersebut tetap aja di tempatnya, dan tidak terpengaruh oleh perputaran Bumi?
Agar dapat meninggalkan planet, udara harus bergerak dengan kecepatan yang sama dengan escape velocity. Ini berarti bahwa atmosfer harus bergerak seperti angin sangat kencang. Pada dasarnya, pergerakan Bumi tetap mempengaruhi angin., namun pengaruhnya tidak cukup besar untuk menembus escape velocity. Namun demikian, ada juga beberapa molekul udara yang mencapai escape velocity. Inilah sebabnya, mengapa atom paling ringan seperti Hidrogen dan Helium dapat mengorbit di bagian atas atmosfer.
Artikel disarikan dari : Kalau Einstein lagi Cukuran Ngobrolin Apa Ya?–Robert L. Wolke, Sumber Gambar : thewallpapers
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja