Pernik Ilmu

Khazanah Ilmu Bagi Anak

Topik: Biologi, Fisika, Tubuh Kita, Blogroll, Umum

Mengantuk Pasca Makan Siang

DiskusiYessi Pratiwi on May 7th, 2008

Kuliah Pemodelan dan Simulasi Sistem siang itu menyita perhatian penuh. Jam 12, tentu saja jam makan siang yang dinanti oleh setiap orang. Kantin akan menjadi sasaran serbuan mahasiswa-mahasiswa kelaparan. Apakah penderitaan berakhir demikian saja?

Tidak. Habis makan siang, biasanya kita harus menghadapi serangan berikutnya, yakni ngantuk pasca makan siang. Bawaannya mau tidur melulu. Susah konsentrasi, malah bayangan kasur empuk yang mengisi ruang otak. Haha!

Mengapa kita begitu mengantuk dan malas pasca makan siang?

Well, riset bilang, ada 3 alasan yang memungkinkan hal ini.

Pertama, makan siang yang mengandung banyak karbohidrat akan menyebabkan rasa kantuk. Karbohidrat berperan dalam mengubahkeseimbangan neurotransmitter di dalam otak. Kalau mau tetap terjaga setelah makan siang, makanlah makanan yang banyak mengandung protein, karena makanan yang banyak mengandung protein akan membuat kita tetap terjaga. Kalau mau lebih ampuh, tambahkan saja 3 gelas martini pada menu makan siang Anda. Kantuk pun akan terinduksi :-D

ngantuk-pasca-makan-siang.jpg

Kedua, kalangan peneliti yang mengamati pola tidur manusia juga menemukan bahwa ada keadaan bawaan sejak lahir pada manusia untuk tidur sejenak pada sore hari. Penelitian ini melibatkan relawan yang diisolasi dari seluruh aktivitas sehari-hari baik siang atau malam, dan dibiarkan menjalani pola tidurnya sendiri. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka cenderung secara teratur mengalami satu sesi tidur panjang dan satu sesi tidur selama satu hingga dua jam sekitar 12 jam setelah pertengahan periode utama.

Kemungkinan ketiga, mengantuk sendiri berhubungan dengan jam tidur. Rata-rata orang dewasa sebenarnya memerlukan tidur selama 8 hingga 9 jam pada malam hari. Tetapi kebanyakan orang hanya tidur selama 7 jam, dan banyak yang tidur selama 6 jam atau kurang selama minggu kerja. Jadi ya mungkin saja kita merasa ngantuk karena kurang tidur.

Gimana, kira-kira alasan mana yang paling masuk akal ? Buat saya sih, yang pertama. Secara, tampaknya saya nggak pernah kurang tidur. Hehehe :-D

Topik: Fisika, Biologi, Fauna & Flora, Bumi, Blogroll, Semesta, Umum

Kotoran Burung, Kok Putih Sih?

DiskusiYessi Pratiwi on May 4th, 2008

Kalau Anda sering melalui jalan di gerbang depan ITB (Jalan Ganesha), pemandangan jalan raya yang menjadi berwarna putih akibat kotoran burung koak pasti sudah biasa. Nggak jarang, saat kita melintas, kejatuhan kotoran burung yang.. uh, menjijikkan!

Lucunya, kotoran ini berwarna putih dan umumnya, tidak bau.

Mengapa kotoran burung berwarna putih? Apa zat yang terkandung di dalamnya?

Warna putih dalam kotoran burung berasal dari buangan yang diproses oleh hati dan jantung. Biasanya, warna gelap juga ditambahkan dari saluran pencernaan.

Pada burung, buangan yang kaya Nitrogen diubah menjadi pasta berwarna putih yangs ebagian besar tersusun atas senyawa-senyawa urat, sehingga kerap membentuk gumpalan putih yang terpisah.

Berbahayakah?

Senyawa urat yang dihasilkan oleh burung tidak bersifat toksik. Kebanyakan burung memiliki kantung kemih yang menyimpan cairan untuk mengeluarkan kotorannya.

Topik: Biologi, Fisika, Fauna & Flora, Blogroll, Umum

Mengapa Kucing Berkumis?

DiskusiYessi Pratiwi on May 4th, 2008

Omong-omong soal judul tulisan ini, agak lucu ya. Lah, mengapa kucing berkumis? Jawabannya ya karena Tuhan menciptakan kumis pada kucing.

Haha, maksud saya, kenapa kucing berkumis? Apa gunanya kumis pada kucing?

Kumis kucing memberikan informasi sensoris penting. Kumis ini juga berperan di dalam komunikasi antarkucing.

Dalam bahasa ilmiah, kumis kucing ini disebut sebagai vibrissae atau rambut taktil. Ada 3 kelompok kumis kucing, yaitu sisi pipi, di atas mata, dan di bagian belakang kaki depan. Mengapa kumis kucing ini bias berperan sebagai sensor?

Karena ia dikelilingi oleh syaraf-syaraf dan pembuluh-pembuluh darah. Gerakan paling ringan yang mengenai sehelai kuis pun akan menimbulkan sensasi tersendiri.

Guna kumis kucing?

Kumis kucing sangat membantunya bergerak di tempat gelap, saat berburu misalnya. Saat mendapatkan mangsa, rambut kumis juga memberikan sinyal-sinyal yang tepat mengenai keberadaan posisi makanan berikutnya.

Makanya, jangan sekali-kali memotong kumis kucing. Kasian, itu kan sensor yang dia miliki :-(

Topik: Biologi, Fisika, Tubuh Kita, Blogroll, Umum

Semakin Keriput Seiring Waktu

DiskusiYessi Pratiwi on April 30th, 2008

Kata orang bijak, cintailan pasangan Anda bukan dari kecantikan fisiknya. Karena kecantikan akan pudar seiring waktu.

Termasuk dalam proses memudarnya kecantikan adalah keriput. Semakin kita beranjak tua, semakin keriput kulit kita.

Mengapa demikian? Bagaimana cara mengatasinya?

Berbagai macam perbedaan memang terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Misalnya, menipisnya lapisan kulit bagian dalam atau lapisan dermis. Dan tau nggak, perubahan ini lebih cepat terjadi pada kulit yang sering terkena matahari dan kulit perokok. Kulit berkerut dan mengeriput karena terurainya dua jenis molekul kulit yaitu kolagen dan elastin.

Kolagen tipe I merupakan molekul yang menyusun bagian penting kulit. Kehilangan kolagen tipe ini akan mempengaruhi penuaan, dan merokok akan memperburuknya. Hal ini diperkuat dengan bukti ilmiah yang menemukan bahwa pada perokok terjadi penuaan prematur yang ditandai dengan timbulnya kerutan-kerutan yang lebih kasar yang terjadi pada garis-garis ekspresi wajah.

Sedangkan terhadap elastin—molekul-molekul elastis yang membantu menyokong kulit—sinar UV akan menyebabkan kerusakan langsung. Sinar UV akan menguraikan molekul elastin.

Jadi, apa yang dapat kita lakukan? Hmm.. sebenarnya masalah ini adalah masalah penuaan lahiriah yang pasti dialami setiap insan seiring dengan waktu. Kita tidak dapat mencegahnya, hanya dapat memperlambat prosesnya. Alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan menghindari rokok, jauhi sinar matahari, memakai topi dan tabir surya, dan menggunakan pelembab kulit yang dapat menahan air pada lapisan dermis dan mengencangkannya.

Topik: Biologi, Penemuan, Fauna & Flora, Bumi, Blogroll, Semesta, Umum

Benarkah Semut Bersalaman?

DiskusiYessi Pratiwi on April 28th, 2008

Lihat barisan semut didinding. Dengan rapinya, mereka mengikuti pola jalan beriringan, dan.. Hei, Lihat! Mereka bersalaman sesaat sebelum melanjutkan perjalanannya, saat bertemu dengan semut dari arah yang berlawanan.

Apakah mereka benar-benar bersalaman? Apakah ini jenis komunikasi diantara mereka?

Jika ada kontak kaki depan atau ayunan antena antara semut-semut tersebut, boleh jadi ada komunikasi. Tetapi metode komunikasi antar semut lebih ditekankan pada sinyal-sinyal kimia, sedangkan sinyal visual belum terbukti kebenarannya.

ants-leaf-cutter-francis-ratnieks.jpg

Komunikasi semut sebenarnya telah dipelajari secara ekstensif, tetapi belum ada ahli yang mempelajarinya secara mendalam. Komunikasi ini menyertakan ketukan, suara mirip mengerik, usapan, menggenggam, sentuhan, rabaan, dan mengeluarkan senyawa kimia, disamping aktivitas-aktivitas seperti pertukaran telur-telur khusus dan sekresi anal.

Pada semut pekerja, terdapat lebih dari sepuluh organ yang terlibat di dalam menghasilkan satu sinyal kimia saja. Namun, koloni semut yang khas beroperasi hanya dengan sekitar 10 hingga 20 sinyal, yang sebagian besar berupa senyawa kimia.

Jika semut api membuat jejak menuju makanan dengan sinyal-sinyal semacam itu lalu bertemu dengan semut pekerja lainnya, semut pekerja yang sedang kembali ke sarang dapat berbalik agar berhadapan dengan semut pendatang, dengan tergesa-gesa, sebelum melanjutkan perjalanannya atau bahkan berhenti sejenak untuk menyentuh semut pendatang. Tetapi para peneliti menilai perilaku ini hanya untuk mempertinggi efek-efek senyawa kimia yang digunakan untuk berkomunikasi.

Topik: Penemuan, Biologi, Fisika, Tubuh Kita, Umum

Mengapa Mie Instant Cepat Masak?

DiskusiYessi Pratiwi on April 28th, 2008

Buat orang yang masih menyandang status mahasiswa, mie instant adalah sumber asupan makanan yang sudah tak terpisahkan dari keseharian. Mie instant, disebut instant karena penyajiannya yang praktis dan instant, alias cepat, dibandingkan makanan yang harus dimasak dan memakan waktu lama sebelum dikonsumsi.

Harganya pun murah meriah. Sebungkus mie instant cukup untuk mengganjal perut dan menggantikan sepiring nasi.

Bagaimana makanan instant diproses sehingga mengurangi waktu pemasakan?

Proses yang berkaitan dengan hal ini sebenarnya merupakan masalah fisik yang menlibatkan interaksi air dengan karbohidrat, dan prosesnya berbeda antar jenis masakan instant. Mie instant adalah mie yang dikeluarkan kandungan airnya, lalu didehidrasi di bawah kondisi yang terkontrol, menyesuaikan sifat kimia dan fisika partikel agar memaksimumkan kemampuannya untuk proses rehidrasi. Rehidrasi adalah proses saat pemasakan, nah, makanan akan terproses lebih cepat.

echi-mie-instant.jpg

Untuk beberapa produk makanan instant, prosesnya melibatkan peningkatan luas area permukaan secara menyeluruh, supaya tidak memerlukan waktu yang lama untuk terserap ke dalam makanan.

Bagaimana dengan mie atau sayuran yang dikeringkan untuk mendapatkan sop instant? Prosesnya melibatkan pengeringan cepat di dalam ruang hampa udara, yang menggembungkan makanan sehingga akan mengalami rehidrasi lebih cepat.

Topik: Fisika, Penemuan, Cuaca, Bumi, Semesta, Umum

Warna Langit dan Warna Awan

1 balasanYessi Pratiwi on April 28th, 2008

Langit kampus ITB siang tadi kerap berubah warna. Saya yang harus beranjak dari satu jurusan ke jurusan lain, lantas mengamati pergerakan awan. Warnanya berubah-ubah. Ya, dengan indahnya. Warnanya merona biru, putih, kadang abu-abu juga.

Mengapa warna awan berubah-ubah? Apa yang menentukan perubahan warna awan?

Warna awan terutama tergantung pada hubungan awan dengan cahaya matahari. Dalam beberapa hal, warna awan ini juga bergantung pada warna langit di sekitarnya. Lah, koq bisa? Yuk, kita bahas :)

Apabila awan meliputi keseluruhan area langit yang kasat mata, ketebalan awan akan menentukan warna awan; semakin tebal warnanya semakin gelap. Bila sinar matahari menimpa awan, air di dalam awan dapat memantulkan sinar matahari atau menyerapnya. Efeknya akan menipiskan atau mencairkan kekuatan cahaya matahari yang menembus awan.

Jika panjang gelombang sinar tampak dari matahari, di dalam spektrum sinar merah hingga lembayung, sinar tersebut tidak akan ditahan melainkan terpencar secara merata, hasilnya adalah sinar putih. Jadi, apabila matahari bersinar dan awan tidak menutupi matahari, pada umumnya awan akan berwarna putih.

Kadang-kadang partikel-partikel di dalam atmosfer dan sudut lintasan yang dilalui sinar matahari dapat menghasilkan penyebaran panjang gelombang, sehingga partikel-partikel warna tertentu, misalnya warna emas, menonjol di dalam awan. Dengan alasan yang sama warna langit didominasi warna biru, karena panjang warna biru paling banyak dihamburkan.

memfoto-awan.jpg

Di lain waktu, ketika langit berwarna oranye misalnya, sebagian sinar tersebut akan dipantulkan ke awan—seperti cahaya oranye yang menyinari cermin, sehingga awan tampak oranye.

Topik: Fisika, Biologi, Penemuan, Cuaca, Bumi, Blogroll, Tubuh Kita, Umum

Teori Penuaan dan Radikal Bebas

1 balasanYessi Pratiwi on April 22nd, 2008

Karena pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia bersifat irreversible, tentu saja proses penuaan berjalan satu arah. Penuaan ditandai dengan munculnya keriput pada kulit, mengendurnya otot, dan berbagai tanda penuaan lain yang kerapkali diresahkan oleh sebagian orang. Produk-produk penghambat proses penuaan pun bermunculan di pasaran. Penuaan lalu dihubungkan dengan radikal bebas.

Apakah hubungan antara radikal bebas dengan penuaan ?

Teori penuaan dan radikal bebas pertama kali dicetuskan oleh Denham Harman dari University of Nebraska Medical Center di Omaha, AS pada 1956 yang menyatakan bahwa tubuh mengalami penuaan karena serangan oksidasi dari zat-zat perusak. Tadinya, radikal bebas merupakan istilah yang digunakan oleh para ilmuwan untuk suatu kelompok atom yang membentuk molekul. Kemudian abad X, seorang Rusia bernama Moses Gomberg yang lahir di Blisavetgrad pada tahun 1866, membuat radikal bebas organik pertama dari trifenilmetan, senyawa hidrokarbon yang digunakan sebagai bahan dasar berbagai zat pewarna.

radikal-bebas.jpg

Radikal bebas kemudian diartikan sebagai molekul yang relatif tidak stabil, mempunyai satu atau lebih elektron yang tidak berpasangan di orbit luarnya. Molekul tesebut bersifat reaktif dalam mencari pasangan elektronnya. Jika sudah terbentuk dalam tubuh maka akan terjadi reaksi berantai dan menghasilkan radikal bebas baru yang akhirnya jumlahnya terus bertambah.

Hal ini dikarenakan radikal bebas adalah spesi kimia yang memiliki pasangan elektron bebas di kulit terluar sehingga sangat reaktif dan mampu bereaksi dengan protein, lipid, karbohidrat, atau DNA. Reaksi antara radikal bebas dan molekul itu berujung pada timbulnya suatu penyakit.

Dampaknya?

Efek oksidatif radikal bebas dapat menyebabkan peradangan dan penuaan dini. Bagaimana bisa? Tentu bisa, karena lipid yang seharusnya menjaga kulit agar tetap segar berubah menjadi lipid peroksida karena bereaksi dengan radikal bebas sehingga mempercepat penuaan.

Topik: Biologi, Penemuan, Fisika, Tubuh Kita, Blogroll, Umum

Teknologi Nano, Solusi Medis Masa Kini

2 balasanYessi Pratiwi on April 18th, 2008

Zaman sekarang, kita sering mendengar kata ‘teknologi nano’ disebut-sebut, terutama dalam dunia medis. Bisa dibilang, teknologi nano bukan lagi kata asing buat kita. Kalau ada yang masih menganggapnya asing, duh, kemana aja? :-P

Nano, adakah hubungannya dengan satuan ukuran seperti halnya meter atau mikron?

Yuph, betul. Nano merupakan ukuran yang merepresentasikan satu per semilyar. Teknologi nano paling banyak diaplikasikan dalam dunia kedokteran, menjadi alternatif penyelesaian bagi obat-obatan yang bermasalah dalam penggunaannya.

Dengan ukuran yang tak terlihat mata telanjang, sifat-sifat partikel dapat dibentuk sehingga sesuai dengan keinginan kita, misalnya untuk meningkatkan stabilitas dan kelarutan obat.

Jika di luar negeri teknologi ini sudah mencapai tahap uji klinis, di Indonesia aplikasinya masih dalam bentuk proposal. Kita berharap saja, di masa mendatang, teknologi nano bisa menjadi solusi dan harapan baru bagi pengobatan yang tepat sasaran.

Topik: Biologi, Penemuan, Fisika, Fauna & Flora, Blogroll, Tubuh Kita, Umum

Warna Baju dan Serangan Nyamuk

4 balasanYessi Pratiwi on April 13th, 2008

Apakah warna baju mempengaruhi serangan nyamuk? Saya bahkan tidak kepikiran hal ini sebelumnya, hingga menemukan sebuah artikel di Reader’s Digest edisi tiga bulan lalu.

Tentang warna baju dan serangan nyamuk ini ternyata menjadi perdebatan sains. Mau tau jawabannya? Lihat yang berikut ini!

Dr. Ir. Hermanu Triwidodo, M. Sc, PhD, Kepala Pusat pengendalian Hama Terpadu Departemen Proteksi Tanaman di Institut Pertanian Bogor mengungkapkan bahwa serangga memang tertarik dengan warna atau cahaya tertentu, tetapi mata nyamuk justru kurang berfungsi dengan baik dibanding antenanya yang berguna sebagai indera penciuman atau sensor kimia.

Jadi, udah tau jawabannya ya? Adik-adik pemirsa Pernik Ilmu kan pintar-pintar :-D

Recent comments

  • ibnusomowiyono: Fisika belajar dari yang besar menuju yang kecil, secara teori Minimalis dari quantam tinggi ke...
  • ibnusomowiyono: Warna asli itu hanya dapat terjadi jika objek disinari cahaya putih, jika cahayanya bukan putih maka...
  • yanis: tolong saya diberi data kandungan kimia air keringat dan air kencing secara lengkap. tolong ya!
  • fad: Waduh.. Barusan q g sengaja makan browniez,banyak pula makanny.. Mana q g tw lge klo tnyata uda bjamur..Hikz.....
  • karies: ikan yang lucu….sekalian aneh!!!!!!!!!!!!!